tirto.id - Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama tentang Al Maidah ayat 51 telah memicu kontroversi. Demo akbar pada 4 November untuk menuntut proses hukum terhadap Ahok dipercepat. Beragam kabar muncul di masyarakat dan memicu kekhawatiran akan pecahnya demo yang bisa berubah menjadi aksi anarkis.
Ketakutan warga tampak sekali di kawasan bisnis elektronik Glodok dan pusat grosir terbesar di Asia Tengggara, Tanah Abang. Sejumlah pedagang memilih untuk tutup toko.
Setidaknya 18 Ribu aparat gabungan dikerahkan untuk amankan aksi demo 4 November, 2 ribu personel TNI, 16 ribu personel polisi.
Masjid Istiqlal disepakati sebagai titik kumpul para pendemo. Dari Istiqlal, selepas salat Jumat peserta unjuk rasa kemudian berjalan kaki ke Pejambon - gereja Imanuel- Gambir kemudian belok kanan ke Kedutaan Besar Amerika Serikat- depan kantor wakil presiden - depan Balai Kota lurus. Tiba di Patung kuda belok kanan lanjut ke Medan Merdeka Barat, sampai ujungnya di depan Istana Negara.
Di beberapa daerah, aksi demo 4 November juga berlangsung ramai.
Demo 4 November melibatkan ratusan ribu orang. Kabarnya dana untuk mendukung demo 4 November jumlahnya mencapai ratusan miliar.
Banyak pihak mengkaitkan aksi demo besar-besaran 4 November dengan beragam manuver politik terkait Pilkada DKI Jakarta.
Terlepas dari itu, setidaknya kekhawatiran akan anarkis tidak terjadi secara luas, karena aski Damai 4 November telah berlangsung meski diwarnai kericuhan antara massa pendemo dengan pihak keamanan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Presiden pun mengucapkan terima kasih atas aksi tertib dan damai dalam penyampaian aspirasi oleh demonstran, tetapi juga menyesalkan kericuhan yang terjadi.
Foto: Antara & Teks: TF Subarkah
Masuk tirto.id


























