Menuju konten utama

Abdul Qodir Akui Ditunjuk jadi Stafsus karena Dekat dengan Yaqut

Abdul mengaku mengenal Yaqut sejak kuliah. Ia dan Yaqut pun disebut sempat berada di satu organisasi yang sama.

Abdul Qodir Akui Ditunjuk jadi Stafsus karena Dekat dengan Yaqut
Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada mencecar saksi Abdul Qodir, yang merupakan Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas Bidang Hukum dan Pengawasan periode 2021-2024. tirto.id/Naufal majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Saksi kasus dugaan korupsi kuota haji Kementerian Agama, Abdul Qodir, mengakui adanya faktor kedekatan dalam penunjukannya sebagai Staf Khusus Menteri Agama periode 2021–2024. Hal tersebut disampaikan mantan Stafsus Menag Bidang Hukum dan Pengawasan itu saat dicecar Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, [Hari], di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mulanya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan kepada Abdul, seberapa dekat ia dengan Yaqut.

“Kalau kedekatan Saksi dengan Pak Yaqut ini sedekat apa sih?” kata Jaksa di ruang sidang, Selasa (22/9/2026).

Abdul mengaku mengenal Yaqut sejak kuliah. Ia dan Yaqut pun disebut sempat berada di satu organisasi yang sama.

“Saya dengan Gus Yaqut tadi saya jelaskan, saya kenal di kampus ya, teman di kampus, lalu kemudian di organisasi. Saya dekat ya, sebagai teman dan sebagai apa ya, pimpinan saya di organisasi. Kadang baik, kadang berantem. Ya, seperti itulah,” jawab Abdul.

Jaksa lantas menanyakan kembali, apakah Abdul ditunjuk sebagai stafsus karena faktor kedekatan tersebut.

“Apa Saudara ditunjuk karena kedekatan?” tanya JPU.

Abdul menjawab, ia tidak menutup kemungkinan bahwa dirinya dipilih sebagai stafsus karena faktor kedekatan dengan Yaqut.

“Saya rasa tentu saja ada faktor [kedekatan] itu,” ucapnya.

Meski begitu, Abdul menjelaskan bahwa meskipun ia memiliki kedekatan dengan Yaqut, tetapi Yaqut pernah menginstruksikannya untuk menjadi Stafsus Bidang Non-Muslim, dan menangani Provinsi Bali hingga Kalimantan.

Penunjukkan itu menurutnya didasari oleh latar belakang pendidikan serta karier Abdul yang memang berkaitan dengan kerukunan umat beragama.

“Padahal, karena Gus Yaqut mengenal saya, ya. Tentu saja itu sangat rasional karena saya memang punya latar belakang advokasi di kerukunan umat beragama ya, pada saat saya banyak di NGO ya. Kemudian, studi saya master adalah tentang perizinan gereja,” sebut Abdul.

Baca juga artikel terkait KORUPSI atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama