tirto.id - Kepolisian menangkap sebanyak 11 orang yang diduga akan membuat kericuhan dan melakukan upaya provokasi dalam unjuk rasa yang digelar di depan Gedung Grahadi, Kota Surabaya.
“Kami mengamankan 11 orang yang diduga akan menunggangi penyampaian aspirasi,” kata Dekananto di Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).
Dekananto menjelaskan terduga pelaku tersebut tidak sampai masuk ke area unjuk rasa karena berhasil diringkus sebelum sampai di lokasi demo. Kesebelas orang itu ditangkap di beberapa titik seperti depan Grahadi simpang, Gang Setan, air mancur alun-alun Surabaya, dan Taman Apsari.
Ia mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang mencoba untuk menunggangi aksi penyampaian aspirasi saat berlangsungnya aksi di depan gedung Grahadi.
“Hasil temuan kami, ada beberapa pihak yang mencoba untuk menunggangi penyampaian aspirasi dari adik-adik mahasiswa yang sejak awal kami sudah berkoordinasi bahwa penyampaian aspirasi ini dilaksanakan dengan aman dan damai,” tuturnya.
Sementara itu, dua dari 11 terduga pelaku yang diperiksa berasal dari Sidoarjo, sementara sembilan orang lainnya dari Surabaya. Dekananto menambahkan, dua di antaranya merupakan mahasiswa, beberapa lainnya putus sekolah, dan juga masih ada yang dalam tahap pemeriksaan intensif di Polrestabes Surabaya.
Dari hasil pemeriksaan itu ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk menjalankan aksi kericuhan antara lain thinner, minuman keras jenis arak, alat knuckle, dan serta beberapa handphone.
Saat ini, barang bukti itu sedang dalam proses pendalaman lebih lanjut. Dekananto tidak memungkiri akan melakukan upaya penegakan hukum secara tegas apabila ditemukan alat bukti yang cukup.
Kendati demikian, pihak kepolisian mengapreasiasi para demonstran yang melakukan aksinya secara kondusif. Perlu diketahui, dalam pantauan Tirto di lokasi, unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan massa di depan gedung Grahadi Surabaya berjalan dengan kondusif. Ratusan massa aksi bergegas meninggalkan lokasi sekitar 17.45 WIB setelah memasang banner bertuliskan tuntutan mereka di Patung Monumen Gubernur Suryo di Taman Apasari, Kota Surabaya, Kamis (22/10/2026).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan damai, kondusif sebagaimana harapan kita bersama,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan demonstran menggelar aksi di gedung Grahadi Surabaya. Massa turun ke jalan dalam memperingati dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kamis (22/10/2026).
Dari pantauan di lokasi, ratusan massa mulai memadati Jl Gubernur Suryo sekitar pukul 15.00 WIB. Massa aksi ini memakai pakaian hitam. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa para massa yang turut hadir juga berasal dari masyarakat sipil.
Ratusan mahasiswa ini berkumpul tepat di depan gedung Grahadi dan mulai melakukan aksi berupa orasi serta tuntutan terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo dan Gibran. Mereka menyampaikan tuntutan seperti evaluasi sejumlah program pemerintah yang dinilai tidak terasa bagi masyarakat.
Selain itu, massa juga mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa daerah masih belum ditangani secara maksimal.
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id
































