tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan, mengungkapkan nelayan Indonesia masuk dalam kategori desil 1 atau sangat miskin. Ia merujuk pada rendahnya nilai tukar nelayan (NTN) yang saat ini berada di angka 103,9.
"Dari modal 100, mereka baru dapat untung 3. Ini tidak bisa makan kalau tidak dibantu beras, tidak menyekolahkan anak kalau tidak ada bantuan tunai. Berarti nelayan itu masuk kategori desil 1, sangat miskin. Tidak mungkin penderitaan yang sudah 80 tahun ini dibiarkan," ucap Zulhas dalam acara Kick-off Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Bening Lobster (BBL) di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Menurut Zulhas, ketika nelayan miskin akan menjadi lemah di laut sehingga keuntungan bahari tidak dapat didapatkan oleh mereka. Ia menuturkan, akibat hal itu, laut jadi dikuasai nelayan kuat dari Cina, Vietnam, Thailand, dan Jepang.
Menurut Zulhas, nelayan dari negara-negara tersebut hidup makmur makanya dapat menguasai lautan Indonesia. Ia turut menyitir data dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bahwa nilai curian dari sektor kelautan membuat kerugian negara per tahun mencapai Rp200 triliun.
"Karena nelayan mereka makmur, bisa menguasai laut kita. Kata Pak Trenggono, [laut] kita dicuri per tahun hampir Rp200 triliun karena nelayan kita lemah. Jadi dampaknya luas Pak. Dampaknya luas. Akhirnya negara kita pendapatannya kurang, Angkatan Laut mau beli persenjataan enggak ada duitnya." tutur Zulhas.
Sejauh ini, pemerintah telah mengambil langkah pengentasan kemiskinan di kalangan nelayan dengan membangun Kampung Nelayan Merah Putih.
Kawasan ini direncanakan pemerintah menjadi ekosistem nelayan terintegrasi dengan fasilitas lengkap mulai dari bengkel kapal, balai pelelangan ikan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), fasilitas pendingin, dan pabrik es.
Seluruh fasilitas tersebut akan dikelola Koperasi Nelayan Merah Putih. Kata Zulhas, saat ini, 100 lokasi mulai dibangun menjadi Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah menargetkan, 1.039 titik kampung akan selesai pada Juni tahun depan.
"Sekarang sudah 100. Sampai Juni diperkirakan 1.030 lebih. 1.039 jadi Juni tahun depan," pungkas Zulhas.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id







































