Menuju konten utama

Warga Sumsel Temukan Anakan Lutung Kelabu Terpisah dari Induk

Anakan lutung kelabu ditemukan petani bernama Soleh di pinggir jalan sekitar kebunnya di Prabumulih, Sumsel, Sabtu (17/10/2026).

Warga Sumsel Temukan Anakan Lutung Kelabu Terpisah dari Induk
Satu individu anakan lutung kelabu ditemukan warga Prabumulih di kebun dan diserahkan ke BKSDA Sumsel. FOTO/BKSDA Sumsel
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Satu individu anakan lutung kelabu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Selatan, setelah ditemukan di kebun. Hewan dengan nama lain Trachypithecus cristatus itu termasuk satwa dilindungi.

Anakan lutung kelabu ditemukan petani bernama Soleh di pinggir jalan sekitar kebunnya di Prabumulih, Sumsel, Sabtu (17/10/2026). Saat itu, Soleh hendak pulang menggunakan sepeda motor dan melihat ada satwa asing di jalanan hingga dia bawa ke rumah untuk dirawat.

Penasaran jenis hewan tersebut, pelapor kemudian mencari tahu di internet dan mendapati satwa itu adalah lutung kelabu yang masuk dalam hewan dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Alhasil, Soleh melapor ke BKSDA Sumsel untuk diserahkan.

Selanjutnya, tim BKSDA Sumsel mengevakuasi lutung kelabu tersebut pada 20 Oktober 2026 dan dibawa ke Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu Palembang. Anakan lutung kelabu itu diketahui berjenis kelamin jantan dan diperkirakan berusia sekitar tiga bulan.

Kepala BKSDA Sumsel, Daniwari Widiyanto, mengungkapkan petugas medis telah memeriksa satwa yang dievakuasi dan hasil observasi luar dinyatakan sehat. Namun hewan itu mengalami sedikit stres karena usianya masih terlalu muda dan tidak ada indukan.

"Anakan lutung kelabu ini terpisah dari induk atau kelompoknya. Kondisinya cukup sehat, hanya sedikit stres, menyusu sedikit dan terpantau kurang aktif," ungkap Daniwari, Minggu (25/10/2026).

Daniwari memastikan tim medis berupaya memberikan perhatian ekstra untuk tumbuh dan berkembang meski tanpa indukan. Observasi rutin dilakukan guna mendukung proses pemulihannya.

"Semoga rehabilitas berjalan baik dan bisa menjalani kehidupan yang sesuai dengan sifat alaminya," kata Daniwari.

Meski tidak terdata secara pasti populasi lutung kelabu, Daniwari menyebut satwa ini termasuk sudah langka di Sumsel akibat pembukaan kebun dan pemukiman. Habitatnya menyebar di beberapa daerah, seperti di Lahat, Ogan Ilir, Muara Enim, dan dilaporkan ada juga di pinggiran Palembang.

"Sejak 2024 lalu, ada dua individu lutung kelabu serahan warga, semuanya anakan. Kita apresiasi langkah warga yang berinisiatif melapor dan menyerahkan satwa dilindungi untuk rehabilitasi," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait SATWA DILINDUNGI atau tulisan lainnya dari Irwanto

tirto.id - Flash News
Kontributor: Irwanto
Penulis: Irwanto
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama