tirto.id - Hasil survei nasional Voxpol Center Research and Consulting yang dilaksanakan pada 3 hingga 12 Oktober 2026 mencatat nama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia serta Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai sebagai figur dengan penilaian kinerja terburuk di Kabinet Merah Putih.
Survei yang melibatkan 12.200 responden dengan tingkat margin of error 2,83 persen ini juga menempatkan Bahlil dan Pigai di urutan teratas sebagai menteri yang paling layak diganti atau di-reshuffle oleh Presiden Prabowo Subianto.
Temuan ini dipublikasikan dalam rilis survei nasional bertema Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintah, Program Prioritas, dan Isu Aktual yang ditayangkan langsung melalui kanal YouTube Voxpol Center pada Kamis, 22 Oktober 2026.
CEO sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengungkapkan temuan ini menjadi cerminan langsung penilaian publik terhadap jajaran menteri pembantu presiden.
"Halaman yang sangat penting juga soal menteri kabinet dengan kinerja terburuk di Kabinet Merah Putih. Menurut Ibu, Bapak, Saudara dari nama-nama menteri kabinet Merah Putih siapa kinerja terburuk itu? Bahlil Lahadalia 25,8 persen, Natalius Pigai 14,8 persen, Raja Juli Antoni 2,3 persen, Nusran Wahid 1,4 persen, Zulkifli Hasan 1,1 persen," ujar Pangi saat menyampaikan rilis survei, Kamis (22/10/2026).
Dalam temuan survei terkait kinerja menteri, Bahlil Lahadalia berada di posisi teratas sebagai menteri dengan kinerja terburuk berdasarkan persepsi 25,8 persen responden. Posisi kedua ditempati oleh Natalius Pigai dengan 14,8 persen. Nama-nama menteri lainnya berada jauh di bawah, seperti Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebesar 2,3 persen, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala BPN Nusran Wahid sebesar 1,4 persen, serta Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan sebesar 1,1 persen.
Pangi melanjutkan pemaparannya terkait menteri yang paling layak diganti akibat kinerja yang tidak sesuai harapan.
"Menteri mana yang paling layak untuk di-reshuffle atau diganti disebabkan karena kinerjanya yang buruk atau tidak sesuai harapan? Itu Bahlil 22,9 persen, Natalius Pigai 16,0 persen, Raja Juli 2,3 persen," kata Pangi.
Pangi menuturkan sorotan publik terhadap jajaran menteri terkait erat dengan aspirasi agar jajaran pembantu presiden bekerja secara optimal dan berfokus menyelesaikan persoalan riil yang dihadapi warga.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































