tirto.id - Lembaga Survei Indonesia (SMRC) bersama Laboratorium Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta merilis hasil studi evaluasi opinion leader terhadap kualitas kepemimpinan sejumlah tokoh nasional. Dalam studi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep memperoleh skor terendah.
Studi bertajuk "Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif: Studi Evaluasi Opinion Leader" itu melibatkan 200 responden dari kalangan terdidik, akademisi bergelar doktor dan profesor, serta jurnalis senior. Penilaian dilakukan menggunakan sembilan indikator dengan skala 1-10.
Berdasarkan hasil penilaian, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD memperoleh skor rata-rata tertinggi, yakni 7,6. Sementara itu, Gibran mendapat skor 4,4 dan Kaesang 4,0.
Jika diperinci, pada lapis teratas terdapat nama-nama figur seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Anies Baswedan, Dedi Mulyadi, Zainal Arifin Mochtar, dan Pramono Anung Wibowo sama-sama mengantongi skor rata-rata 7,0.
Menyusul di bawahnya adalah Sri Mulyani Indrawati (6,9), Ganjar Pranowo serta Retno Marsudi yang berada di angka 6,8, serta kelompok tokoh seperti Usman Hamid, Sherly Tjoanda Laos, Bivitri Susanti, Saldi Isra, dan Feri Amsari yang memperoleh skor 6,7.
Memasuki rentang skor menengah, terdapat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di angka 6,5, Megawati Soekarnoputri (6,4), Sudirman Said serta Sukidi (6,3), Yusril Ihza Mahendra (6,0), hingga Ubedilah Badrun dan Andika Perkasa yang masing-masing memperoleh skor 5,9.
Sementara itu, para pemegang kekuasaan saat ini serta sejumlah pimpinan partai politik berada di lapisan bawah penilaian para akademisi. Surya Paloh tercatat memperoleh skor 5,7, Gatot Nurmantyo dan Muhaimin Iskandar berada di angka 5,4, Puan Maharani dan Almuzammil Yusuf di angka 5,3, serta Presiden Prabowo Subianto yang mengantongi skor 5,1.
Posisi penutup daftar diisi oleh Zulkifli Hasan dan Bahlil Lahadalia di angka 4,9, Gibran Rakabuming Raka di angka 4,4, hingga Kaesang Pangarep di urutan paling buncit dengan skor 4,0.
"Jadi rata-rata skornya kalau kita semua gabungkan dan dibagi sembilan. Mahfud 7,6, Ahok 7, Anies 7, Dedi Mulyadi 7, Zainal Arifin Mochtar 7. Jadi kurang lebih samalah tokoh-tokoh ini. Kemudian yang paling bawahnya, Kaesang, Gibran, Bahlil, Zulkifli Hasan, Prabowo 5,1 rata-ratanya,” kata pendiri SMRC, Saiful Mujani, saat memaparkan studi bertajuk "Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif: Studi Evaluasi Opinion Leader", diiutip YouTube SMRC TV, Minggu (18/10/2026).
Alasan utama Mahfud MD unggul di mata para opinion leader berkaitan erat dengan pemenuhan standar kriteria personal dan kenegarawanan yang ketat dari para responden. Berdasarkan sembilan indikator penilai, Mahfud dinilai memiliki keunggulan komparatif yang signifikan pada aspek integritas tinggi, rekam jejak kompetensi yang mumpuni dalam tata kelola hukum dan pemerintahan, serta komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip demokrasi konstitusional dan sikap pluralis.
Para opinion leader juga menilai, Mahfud merupakan figur intelektual independen sekaligus politisi berpengalaman yang bersih dari cacat moral maupun hukum, serta memiliki ketegasan bersikap yang dinilai konsisten dengan amanat reformasi dan UUD 1945.
Sebaliknya, tokoh-tokoh seperti Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep menempati posisi terbawah karena dinilai minim pengalaman dan kapasitas substansial, sementara Presiden Prabowo memperoleh skor rendah pada aspek empati, komitmen demokratis, dan integritas di mata para akademisi tersebut.
"Nah, kalau kita lihat, kita simpulkan, dilihat dari berbagai ukuran atau representasi atau kelompok. Profesor Mahfud adalah yang secara umum dinilai yang terbaik, kira-kira begitu dari semua yang ada itu. Dengan skor paling tinggi, dari berbagai kategori. Itu Profesor Mahfud,” jelas dia.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id































