tirto.id - Ekosistem bisnis pengantara daring, Grab, menunjukkan pertumbuhan positif pada kuartal II 2026. Perusahaan mencatat nilai transaksi bruto dari layanan GrabFood, GrabMart, dan GrabExpress tumbuh sebesar 24 persen di Asiang Tenggara dibandingkan periode sama pada tahun sebelumnya.
"Data yang kami punya lebih kepada adalah bagaimana secara overall delivery platform Grab itu bertumbuh. Tadi izin saya mengutip yang saya presentasikan, selama kuartal dua kemarin, delivery platform yang ada di Grab, ada GrabFood, GrabMart, dan juga GrabExpress itu naik sebesar 24%," terang Director of Commercial Grab Indonesia, Roy Nugroho, kepada wartawan dalam acara acara F&B Forward: GrabAds Marketing Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Berdasarkan data GrabAds, sebanyak 79 persen pesanan di GrabFood kini tidak diawali dengan pencarian spesifik nama brand secara langsung, tetapi melalui proses eksplorasi atau pencarian berbagai pilihan restoran terlebih dahulu.
Dalam keterangan Roy, rata-rata konsumen Grab memilih makanan selama 12,4 menit sebelum akhirnya memesan.
"Jadi cukup menariknya adalah data yang kami capture, heavy users GrabFood itu ketika melakukan pencarian membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 12,4 menit. Jadi mereka melakukan pencarian baru sampai akhirnya membeli. Rata-ratanya 12,4 menit, ini membuktikan masyarakat Indonesia semakin eksploratif," ungkap Roy.
Selain menghabiskan belasan menit untuk menjelajahi sekitar enam restoran, data Grab menunjukkan pengguna aktif biasa memesan dari rata-rata 62,8 penjual berbeda. Selain itu, lebih dari 40 persen konsumen memesan kepada penjual yang belum pernah mereka beli dalam 12 bulan terakhir.
Roy menganggap, fenomena tadi merupakan peluang bagi pelaku bisnis food and beverages (F&B). Ia juga menyarankan mereka untuk lebih jeli dan tidak sekadar mengandalkan promosi potongan harga.
"Berdasarkan temuan data GrabAds, perjalanan konsumen kini semakin dinamis, dan keputusan untuk membeli tidak selalu terjadi secara instan. Sebagian besar pesanan dimulai dari browsing, menunjukkan bahwa konsumen masih mengeksplorasi dan mempertimbangkan pilihan," jelas Roy.
Efek dari hal tersebut, Roy turut mengajak pelaku usaha menerapkan strategi komprehensif guna mengamankan posisi di awal pencarian sekaligus memenangkan transaksi di akhir.
"Bagi brand, ini menjadi peluang untuk hadir lebih awal dalam journey tersebut. Melalui ajang F&B Forward ini, kami mengajak para pelaku marketing untuk menghubungkan brand building dengan conversion secara utuh, dari membangun Top of Mind hingga memenangkan Top of Cart," sarannya.
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id






































