Menuju konten utama

Taspen Tanggapi Wacana Pembayaran Pensiun ASN Lewat Kopdes

Penyalur pembayaran pensiun harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan dalam regulasi.

Taspen Tanggapi Wacana Pembayaran Pensiun ASN Lewat Kopdes
Petugas membantu peserta TASPEN mengurus layanan di PT TASPEN Kantor Cabang Jakarta 2, Jakarta, Selasa (1/9/2026). PT TASPEN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, serta inklusif bagi seluruh peserta melalui transformasi layanan yang mengintegrasikan inovasi digital dengan penguatan jaringan layanan digital maupun fisik sehingga peserta dapat memperoleh layanan secara optimal, salah satunya melalui autentikasi lewat aplikasi Andal by Taspen yang cukup dilakukan dengan swafoto untuk menjaga ketepatan sasaran dalam penyaluran manfaat pensiun. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Taspen (Persero) menyatakan akan mengikuti kebijakan pemerintah jika wacana penyaluran pembayaran pensiunan aparatur sipil negara (ASN) lewat Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih jadi diimplementasikan.

Namun, Corporate Secretary Taspen, Henra Hidayat Sastrawijaja, menekankan bahwa penyalur pembayaran pensiun harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan dalam regulasi.

“Sebagai operator, istilahnya penyalur, kami masih mengikuti kebijakan dari pemerintah. Tetapi, tetap kami sampaikan juga, dari sisi peraturan, sekarang pun ada kriteria-kriteria siapa yang bisa menyalurkan pembayaran pensiun,” ujar Henra, di Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/10/2026).

Henra mencontohkan sektor perbankan yang saat ini menjadi mitra resmi Taspen memiliki sejumlah persyaratan untuk dapat menyalurkan pembayaran pensiun, mulai dari ketentuan jumlah kantor cabang hingga sertifikasi keamanan. Berdasarkan aturan itu, pihak yang nantinya ditunjuk untuk menyalurkan dana pensiun harus memenuhi kriteria yang berlaku.

“Selama itu semua bisa terpenuhi, ya silakan saja,” ujarnya.

Meski begitu, Henra mengaku Taspen belum mengetahui secara rinci skema yang akan digunakan apabila pemerintah merealisasikan wacana pembayaran pensiun ASN melalui Kopdes Merah Putih.

Menurutnya, sampai saat ini pembahasan masih berada pada tahap wacana dan belum sampai pada penentuan mekanisme teknis penyaluran dana maupun sistem transaksi yang akan digunakan. Karenanya, Taspen akan menunggu kejelasan teknis terkait wacana penyaluran pembayaran pensiun ASN melalui Kopdes Merah Putih terlebih dulu.

"Karena kami belum tahu gambarannya, yang jelas ada hu ha hu ha gitu, kan?" kata Henra sambil tertawa.

Henra menilai salah satu aspek yang perlu diperhatikan ialah kesiapan sistem teknologi dan keamanan transaksi. Selama ini, kerja sama penyaluran melalui perbankan relatif lebih mudah dilakukan karena infrastruktur teknologi dan sistem transaksi dinilai sudah memadai.

Menurutnya, integrasi sistem atau host-to-host antara Taspen dan mitra penyalur menjadi salah satu hal penting agar proses pembayaran dapat berjalan cepat dan efisien.

“Nah, ini kami belum tahu. Maksudnya, pada saat nanti ngobrol, sistemnya itu antara Kopdes dengan aplikasi digital atau di perbankan seperti apa,” katanya.

Karena itu pula, Taspen masih perlu melihat bagaimana kesiapan Kopdes Merah Putih dalam memenuhi kebutuhan sistem tersebut, termasuk kemampuan untuk terhubung langsung dengan sistem digital yang digunakan dalam penyaluran pembayaran pensiun.

"Ya, selama agile si kopdesnya, bisa host-to-host langsung, cepat, dan lain-lain, ya kan gimana gitu? Ya, kan kami enggak bisa nolak," tukas Henra.

Baca juga artikel terkait DANA PENSIUN PNS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi