Menuju konten utama

Situasi Terkini Taiwan saat Topan Champi: 977 Penerbangan Batal

Topan Champi melanda Taiwan, menewaskan 1 orang dan melukai 94 lainnya. Sebanyak 977 penerbangan dibatalkan dan 1.286 orang dievakuasi.

Situasi Terkini Taiwan saat Topan Champi: 977 Penerbangan Batal
ilustrasi Topan Super Champi. foto/Dok. BMKG
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Taiwan menghadapi dampak Topan Champi yang mendekati wilayah pulau tersebut pada Jumat (23/10/2026). Sebanyak 977 penerbangan dilaporkan dibatalkan, 1 orang meninggal dunia, dan lebih dari 1.200 orang dievakuasi.

Meski kekuatannya mulai melemah setelah sempat menjadi supertopan, Champi masih membawa angin kencang dengan kecepatan embusan mencapai 191 kilometer per jam.

Pemerintah Taiwan menutup sekolah, kantor, dan sebagian besar aktivitas bisnis di hampir seluruh wilayah, sekaligus mengevakuasi ribuan orang dari daerah pegunungan yang rawan bencana.

Hingga Jumat pagi, sedikitnya satu orang dilaporkan meninggal dunia dan 94 lainnya mengalami luka-luka akibat dampak cuaca buruk yang berkaitan dengan topan tersebut.

Otoritas Taiwan memperingatkan bahwa dampak Topan Champi dapat berlangsung hingga dua hari, terutama di wilayah utara dan timur laut yang diperkirakan menerima curah hujan tertinggi.

Topan Champi adalah badai tropis kuat yang terbentuk di Samudra Pasifik bagian barat dan diperkirakan bergerak melewati dekat ujung timur laut Taiwan sebelum berbelok ke utara menuju pesisir China dan akhirnya bergerak ke arah Jepang bagian selatan.

Korban Topan Champi: 1 Meninggal, 94 Luka-luka termasuk WNI

Badan Meteorologi Pusat Taiwan atau Central Weather Administration (CWA) melaporkan bahwa Topan Champi masih memiliki kekuatan angin yang berbahaya meskipun telah melemah dari status supertopan.

Pada Jumat pukul 11.00 waktu setempat, pusat topan berada sekitar 260 kilometer di tenggara Yilan dan bergerak ke arah utara-timur laut dengan kecepatan 11–15 kilometer per jam, seperti dilaporkan Taipei Times (23/10/2026).

Data CWA menunjukkan kecepatan angin maksimum berkelanjutan mencapai 155 kilometer per jam, dengan embusan hingga 191 kilometer per jam. Radius angin kencang topan tersebut mencapai sekitar 320 kilometer, sehingga dampaknya dapat menjangkau sebagian besar wilayah Taiwan.

Pusat Operasi Darurat Pusat Taiwan melaporkan satu korban meninggal dunia dan 94 orang mengalami luka-luka hingga pukul 06.30 pada Jumat. Korban meninggal merupakan seorang pria yang terseret ombak di pantai dekat Beauty Cave, Kecamatan Liouciou, Pingtung, pada Kamis (22/10/2026).

Polisi dan petugas pemadam kebakaran setempat menerima laporan mengenai kejadian tersebut menjelang tengah hari. Pria itu ditemukan sekitar pukul 14.00 dalam kondisi tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit sekitar pukul 17.00.

Sebagian besar korban luka mengalami kecelakaan sepeda motor atau tabrakan lalu lintas, dengan total 30 kasus. Sebanyak 16 orang dilaporkan terluka akibat terjatuh, sedangkan 10 lainnya terkena papan reklame, ranting pohon, atau benda lain yang terhempas. Korban luka juga mencakup dua warga negara Vietnam dan satu warga negara Indonesia.

Lebih dari 1.200 Orang Dievakuasi dari Daerah Rawan

Pemerintah Taiwan mengevakuasi lebih dari 1.200 orang dari sejumlah kawasan pegunungan dan wilayah yang berisiko terdampak topan. Pusat Operasi Darurat mencatat sebanyak 1.286 orang telah dievakuasi hingga pukul 06.30 pada Jumat.

Otoritas juga memantau pendaki dan orang-orang yang memasuki kawasan pegunungan serta taman nasional. Hingga pukul 08.00, sebanyak 1.577 orang yang sebelumnya berada di kawasan tersebut telah terdata. Enam orang dilaporkan berlindung dengan aman di tempat perlindungan pegunungan, sementara sisanya telah turun dari kawasan tersebut.

Peringatan bahaya juga diberlakukan di sejumlah wilayah rawan longsor, termasuk beberapa distrik di Taipei dan New Taipei, serta daerah di Keelung, Taoyuan, Hsinchu, Miaoli, Yilan, dan Hualien. Di Yilan, peringatan kuning dikeluarkan untuk 44 aliran sungai yang berpotensi membawa material longsor.

Otoritas meminta warga di wilayah utara dan timur laut Taiwan, pulau-pulau terluar, serta kawasan pesisir yang terbuka agar waspada terhadap angin kencang dan gelombang tinggi. Warga juga diminta tidak mendekati pantai hanya untuk menyaksikan ombak karena gelombang besar dapat menyeret orang ke laut.

Topan Champi diperkirakan membawa hujan sangat lebat pada Jumat dan Sabtu (24/10/2026), terutama di Taiwan bagian utara dan timur laut serta kawasan pegunungan di wilayah utara dan tengah. CWA memperkirakan curah hujan dapat mencapai sekitar 90 sentimeter selama periode Kamis hingga Sabtu di sejumlah wilayah yang terdampak.

Hujan dalam jumlah besar tersebut berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, dan luapan air di daerah dataran rendah. Wilayah pesisir juga diminta mewaspadai gelombang pasang dan masuknya air laut ke daratan.

Pusat Operasi Darurat Taiwan turut memantau perubahan curah hujan dan ketinggian air di danau penghalang yang terbentuk di Sungai Wanli, Hualien. Jika diperlukan, otoritas akan mengirimkan peringatan darurat melalui sistem penyiaran peringatan publik ke ponsel warga.

Dampak Topan Champi: Sekolah dan Kantor Tutup, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan masyarakat, hampir seluruh wilayah Taiwan menghentikan kegiatan sekolah dan perkantoran pada Jumat. Aktivitas bisnis di banyak daerah juga terhenti. Jalanan di sejumlah kawasan terlihat lebih sepi karena warga diminta tetap berada di dalam ruangan dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak.

Dampak Topan Champi juga mengganggu perjalanan udara dan laut. Hingga Jumat pagi, sebanyak 977 penerbangan dilaporkan dibatalkan, terdiri atas 262 penerbangan domestik dan 715 penerbangan internasional serta lintas Selat Taiwan. Selain itu, sebanyak 96 pelayaran feri pada 10 rute mengalami gangguan atau pembatalan.

Taoyuan International Airport Corp. melaporkan bahwa 596 penerbangan di Bandara Internasional Taoyuan dibatalkan antara tengah malam dan pukul 09.00 pada Jumat. Jumlah tersebut mencakup 521 penerbangan penumpang dan 75 penerbangan kargo.

Maskapai EVA Air membatalkan seluruh penerbangan jarak jauh yang menghubungkan Taiwan dengan Eropa dan Amerika Serikat untuk jadwal tertentu pada Jumat, serta sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Taoyuan dan Bandara Internasional Taipei Songshan.

Starlux Airlines menyatakan hanya akan mengoperasikan penerbangan jarak jauh menuju Eropa, Amerika Serikat, dan sejumlah tujuan lainnya pada hari tersebut.

Tak hanya itu, sembilan rute kapal feri dihentikan sepenuhnya, termasuk jalur Keelung-Matsu, Kaohsiung-Magong, Donggang-Xiaoliuqiu, serta rute menuju Green Island dan Lanyu. Pada rute Kinmen-Wutong, layanan dihentikan sebagian: 10 pelayaran tetap beroperasi, sedangkan 14 lainnya dibatalkan.

Otoritas penerbangan dan pengelola bandara meminta penumpang memeriksa status penerbangan masing-masing karena jadwal keberangkatan maupun kedatangan dapat dimajukan atau ditunda. Layanan kereta cepat yang menghubungkan Taiwan bagian utara dan selatan dilaporkan masih beroperasi normal.

Baca juga artikel terkait TOPAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra