tirto.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan siswa yang terdampak bencana dan terkendala mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 sesuai jadwal dapat mengikuti asesmen susulan.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, mengatakan pelaksanaan TKA di daerah terdampak bencana harus mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan.
“Keselamatan dan kesehatan murid, guru, dan juga seluruh tim pelaksana merupakan prioritas utama kami,” ujar Toni dalam keterangannya, dikutip Sabtu (24/10/2026)
Toni menjelaskan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi dan kantor wilayah Kementerian Agama untuk memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses, serta kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan asesmen. Sekolah yang kondisinya belum aman tidak dipaksakan mengikuti jadwal utama.
“Hasil pemetaan menjadi dasar untuk menentukan satuan pendidikan yang dapat melaksanakan TKA sesuai jadwal atau memerlukan dukungan dan penyesuaian melalui jadwal susulan,” tuturnya.
Adapun pelaksanaan TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dijadwalkan dalam dua gelombang, yakni 26–29 Oktober 2026 untuk gelombang pertama dan 2–5 November 2026 untuk gelombang kedua.
Sementara itu, gelombang khusus mata pelajaran wajib dijadwalkan pada 31 Oktober–1 November 2026 dan mata pelajaran pilihan pada 7–8 November 2026.
“Peserta yang berhalangan karena kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu dapat mengikuti jadwal susulan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 3.864.195 peserta telah mendaftar TKA dari total 4.213.114 calon peserta, atau mencapai 91,72 persen.
Berdasarkan jenjang pendidikan, tingkat pendaftaran peserta SMA mencapai 95,68 persen, MA 95,64 persen, dan SMK 93,10 persen.
“Besarnya jumlah pendaftar itu menjadi tanggung jawab kami untuk menyediakan layanan asesmen yang tentunya harus tertib, adil, dan juga bisa dipercaya,” ujar Toni.
Dia mengimbau agar para murid mempersiapkan diri dengan belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan. Katanya, dukungan orang tua dan guru juga diperlukan agar murid dapat mengikuti asesmen dengan tenang dan percaya diri.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id
































