tirto.id - Letjen TNI Ariyo Windutomo resmi ditunjuk Prabowo Subianto jadi pelaksana tugas (Plt.) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Ariyo diplot mengisi posisi tersebut untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang jadi tersangka kasus penyadapan ilegal.
Penunjukan Ariyo itu telah diungkap Istana pada Rabu (4/11/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi penunjukan itu dilakukan setelah Prabowo secara resmi memberhentikan Listyo sebagai KSP pada Rabu pagi.
“Pagi hari ini tadi Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani Keputusan Presiden berkenaan dengan pemberhentian Saudara Listyo Sigit Prabowo,” katanya dalam konferensi pers.
“Untuk sementara beliau [Prabowo] menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Kepala Kesekretariatan Kepresidenan,” tambahnya.
Pergantian pejabat KSP itu terjadi sebagai imbas terungkapnya dugaan kasus penyadapan ilegal oleh perwira tinggi polisi terhadap sejumlah tokoh, termasuk presiden. Listyo turut terseret dalam kasus ini dan statusnya kini merupakan tersangka bersama Irjen Pol Ahrie Sonta dan Irjen Eko Hadi Santoso.
Ketiganya diduga telah melakukan penyadapan terhadap sejumlah tokoh. Baik Polri maupun pemerintah sejauh ini belum merilis detail para korban penyadapan, namun para korban disebut terdiri dari para tokoh politik, jurnalis, tokoh ormas dan LSM, serta pengusaha.
Kasus itu pada akhirnya membuat posisi KSP yang semula dijabat Listyo Sigit sejak 1 Oktober 2026 lalu jadi kosong. Ariyo Windutomo kemudian kini ditunjuk Prabowo untuk mengisinya secara sementara.
Sosok Ariyo Windutomo dan Rekam Jejaknya
Ditilik dari rekam jejaknya, Ariyo Windutomo bukanlah orang baru di Istana. Sejak Prabowo Subianto jadi presiden, ia merupakan salah satu tentara aktif yang ditarik ke Istana untuk mengisi jabatan kesekretariatan.
Ariyo merupakan tentara lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Sejak itu ia memulai masa dinasnya sebagai serdadu.
Sejak itu pula, Ariyo meniti karier militernya hingga seiring waktu mendapat jabatan strategis di tubuh TNI Angkatan Darat (AD). Seperti pada awal dekade 2010-an lalu, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok. Ia juga pernah ditempatkan di Kodam XVII/Cenderawasih sebagai pembantu unsur pimpinan di lembaga militer tersebut.
Karier kemiliteran Ariyo Windutomo itu kemudian mengalami peningkatan yang cukup signifikan seiring merapatnya Prabowo Subianto di Istana. Ketika eks Pangkostrad tahun 1998 itu menjadi Menteri Pertahanan, Ariyo turut ditugaskan ke kementerian tersebut.
Hal itu sebagaimana tampak pada tahun 2021 lalu. Kala itu, Ariyo ditunjuk jadi Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian Kementerian Pertahanan. Ia kemudian bertugas di Kemhan selama dua tahun berikutnya hingga 2024.
Pada 2024, setelah Prabowo Subianto memenangkan pemilu, Ariyo ditarik ke Istana. Kala itu, ia diplot untuk menjadi Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), menggantikan eks Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
Penempatan itu kemudian membuat Ariyo mulai bekerja di Istana. Hingga akhirnya, pada Maret 2026 lalu, ia mendapat kenaikan pangkat jadi letnan jenderal.
Pada awal November 2026, publik Indonesia dikejutkan oleh kasus penyadapan ilegal yang dilakukan oleh eks Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. Dugaan kasus ini mencuat ketika Listyo baru satu bulan menjabat jadi Kepala KSP.
Imbas kasus tersebut, Prabowo mencopot Listyo dari jabatannya di KSP. Pada momen ini, Ariyo Windutomo kemudian ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan di KSP tersebut secara sementara.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































