tirto.id - Glenny H. Kairupan resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. yang baru. Penunjukkan berlangsung pada Kamis (8/10/2026) lalu. Lantas, bagaimana rekam jejak Glenny sejauh ini?
Penunjukkan Glenny Kairupan tersebut sebelumnya telah diresmikan melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RSUSLB) pada Kamis. Dalam rapat tersebut, jajaran direksi dan dewan komisaris PT Garuda Indonesia resmi dirombak.
Posisi komisaris utama digantikan resmi diberikan kepada Glenny Kairupan untuk menggantikan Fadjar Prasetyo. Perubahan ini dilakukan imbas penunjukkan Thomas Sugiarto Oentoro sebagai direktur utama baru menggantikan Glenny Kairupan.
Dengan perubahan tersebut, Glenny mendapatkan pergeseran jabatan dari direktur utama ke komisaris utama. Sementara itu, Thomas Sugiarto Oentoro mendapat pergeseran jabatan dari wakil direktur utama menjadi direktur utama.
Perubahan itu juga menandai karier baru Glenny di maskapai penerbangan milik pemerintah itu. Ditilik dari rekam jejaknya, karier Glenny berkembang dari semula tentara hingga menjadi petinggi Garuda Indonesia.
Profil Glenny Kairupan dan Rekam Jejaknya
Glenny H. Kairupan kini dikenal sebagai petinggi PT Garuda Indonesia. Namun, jajuh sebelum itu, ia merupakan tentara dan kompatriot Prabowo Subianto sejak masih jadi kadet.
Glenny merupakan seorang pria kelahiran Manado pada 1949 lalu. Namun, ia tumbuh besar di Jakarta. Seluruh masa sekolah dasar hingga menengah Glenny dilakukan di ibu kota.
Setelah lulus SMA, Glenny kemudian memilih untuk jadi tentara dan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Indonesia (AKABRI), lembaga pelatihan militer yang kini jadi Akademi Militer (Akmil) di Magelang.
Semasa melakukan pendidikan, Glenny berjumpa dengan Prabowo Subianto sebagai sesama kadet. Keduanya berasal dari angkatan yang sama.
Prabowo kemudian memiliki hubungan baik dengan Glenny, sebagaimana ia ceritakan dalam blog pribadinya. Keduanya kemudian lulus dari AKABRI bersama-sama, kendati jalan ketentaraan keduanya berbeda.
Ketika Prabowo masuk Kopassus, Glenny ditempatkan ke Divisi Penerbangan Angkatan Darat (PENERBAD). Ia bergabung dalam satuan penerbang pesawat yang dimiliki TNI AD.
Kemudian, keduanya kembali dipertemukan dalam operasi Timor Timur. Glenny kala itu jadi pilot helikopter yang membawa Prabowo dalam operasi militer Indonesia melawan gerakan kemerdekaan Timor Leste.
Rekam jejaknya di Timor Timur itu pada akhirnya membuat Glenny sempat menjabat sebagai Wakil Komandan Korem (Wadanrem) Timor Timur. Jabatan ini turut tercatat dalam riwayat dinas militer Glenny sebelum akhirnya pensiun dengan pangkat Mayor Jenderal.
Setelah tak lagi aktif di bidang militer, Glenny terjun ke politik. Ia mengikuti langkah Prabowo ketika eks Pangkostrad yang diberhentikan pada 1998 itu mendirikan Gerindra. Glenny terjun ke politik sebagai kader partai tersebut.
Pada Pemilu 2014 lalu, Glenny sempat mencoba peruntungannya dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI. Ia gagal dalam pemilu itu, dan kemudian kembali gagal ketika mencalonkan diri sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara dalam Pilkada 2015.
Akan tetapi, Glenny pada akhirnya berhasil merapat ke pemerintahan ketika Prabowo jadi Menteri Pertahanan era Presiden RI Joko Widodo. Oleh Prabowo, Glenny ditarik ke kementerian untuk membantunya.
Pada 2024, Prabowo berhasil memenangkan Pemilu Presiden. Kemudian ,setahun berselang, pada 2025, ia menerima promosi pangkat kehormatan. Dari yang semula pensiun sebagai Mayor Jenderal, Glenny kemudian mendapatkan pangkat Letnan Jenderal Kehormatan semasa Prabowo jadi Presiden.
Tak hanya kenaikan pangkat militer, Glenny juga kemudian ditunjuk jadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia pada tahun yang sama. Penunjukkan ini terjadi pada Oktober 2025 lalu.
Setahun berselang, kini Glenny kembali mendapatkan jabatan baru. Setelah menjadi direktur utama maskapai milik negara itu, ia kini didapuk jadi komisaris utama di PT Garuda Indonesia.
Sementara itu, berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK milik Glenny, ia memiliki total harta senilai Rp42 miliar selama periode 2025 lalu atau ketika ia menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia.
Kekayaan itu terdiri dari berbagai jenis aset, termasuk kepemilikan 19 aset tanah dan bangunan dengan total nilai mencapai Rp35 miliar. Aset itu tersebar di berbagai wilayah, termasuk 12 bangunan berbeda di Jakarta Selatan.
Selain itu, Glenny juga melaporkan kepemilikan 5 kendaraan dengan total nilai Rp1 miliar; harta bergerak lainnya senilai Rp250 juta; serta kas dan setara kas senilai Rp2,7 miliar.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id







































