tirto.id - Fadel Muhammad resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau SURGE. Kini, Fadel telah resmi menggantikan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo yang sebelumnya menjabat jabatan itu. Ditilik dari rekam jejaknya, Fadel merupakan seorang pejabat publik di Indonesia.
Penunjukkan Fadel Muhammad sebagai komisaris utama itu berlangsung dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS) perusahaan itu pada Rabu (21/10/2026). Sebelum penunjukan ini, Fadel merupakan salah satu komisaris pada SURGE dan kini ia diangkat jadi komisaris utama.
Dalam keterangan resmi perusahaan, SURGE menyampaikan apresiasi terhadap Hashim Djojohadikusumo. Ia sebelumnya merupakan komisaris utama perusahaan ini sebelum kini diganti Fadel Muhammad.
“Perusahaan menyampaikan apresiasi kepada Hashim S. Djojohadikusumo dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komisaris … selama masa jabatan masing-masing,” tulis keterangan pihak perusahaan, dinukil dari laman resmi mereka.
Sebelumnya, Hashim Djojohadikusumo, yang kini menjabat Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, mengajukan pengunduran diri pada 29 September lalu. Imbas hal itu, posisi komisaris utama SURGE kini diberikan kepada Fadel Muhammad.
Profil Fadel Muhammad dan Rekam Jejaknya
Bernama lengkap Fadel Muhammad Al-Haddar, Fadel merupakan sosok politikus berpengalaman di Indonesia. Ia telah menjadi pejabat publik sejak awal milenium 2000 dan hingga kini tetap menjabat jabatan publik.
Fadel berasal dari Ternate, Maluku Utara. Ia lahir di sana pada 1952 lalu. Namanya mulai diperhitungkan dalam kancah politik ketika ia menjabat Gubernur Gorontalo pada 2001 lalu.
Kala itu, Fadel yang berlatar belakang pengusaha memenangkan pemilu dan berhasil menghimpun suara yang cukup untuk menjadikannya Gubernur Gorontalo periode 2001-2005. Jabatan ini kembali diemban Fadel hingga 2009 karena ia berhasil memenangkan pemilu ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur Gorontalo untuk dua kali berturut-turut.
Setelah merampungkan dua periode pemerintahan sebagai gubernur, Fadel ditunjuk Presiden Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada 2009. Saat itu ia pejabat Kabinet Indonesia Bersatu II hingga tahun 2011.
Saat itu, pengaruh politiknya berkembang luas. Di partainya, Golkar, ia didapuk jadi ketua umum DPP selama menjadi menteri tersebut.
Kemudian, ketika Pemilu 2014 berlangsung, Fadel turut serta maju sebagai calon anggota DPR RI. Ia pun terpilih dan menjabat untuk periode 2014-2019.
Setelah itu, pada 2019, Fadel masih turut serta dalam pemilu. Kala itu ia maju sebagai calon anggota DPD dan terpilih untuk menjabat pada periode 2019-2024.
Fadel kembali mencalonkan diri sebagai senator pada Pemilu 2024. Kala itu, ia juga berhasil mengamankan suara yang cukup sehingga kini ia menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2024-2029.
Kemudian, pada 2026, ia terpilih sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau SURGE. Ia diplot untuk mengisi jabatan itu setelah ditinggalkan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo.
Sementara itu, menukil dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK milik Fadel, mantan menteri itu melaporkan kepemilikan total harta senilai Rp171 miliar pada 2025 lalu. Jumlah harta itu didapat dari sejumlah kelompok aset berbeda.
Fadel melaporkan kepemilikan 8 aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp126 miliar pada 2025. Aset ini tersebar di wilayah Jakarta Selatan dan Bogor.
Kemudian, ia melaporkan kepemilikan 1 kendaraan bermotor senilai Rp1,3 miliar; harta bergerak lainnya senilai Rp2,1 miliar; surat berharga senilai Rp41 miliar; serta kas dan setara kas senilai Rp365 juta.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id




































