Menuju konten utama

Satyawan Pudyatmoko Dilantik Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut

Prabowo juga melantik Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Mayjen Sriyanto.

Satyawan Pudyatmoko Dilantik Jadi Kepala Badan Pengelola Gambut
Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026). /Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, sebagai Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Prabowo juga melantik Wakil Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Mayjen Sriyanto

Acara pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden RI Nomor 43M/2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan sumpah yang didampingi oleh Presiden Prabowo.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," demikian sumpah jabatan yang diucapkan Satyawan dan Sriyanto dituntun oleh Presiden, Rabu (15/10/2026).

Selepas pengambilan sumpah, Satyawan dan Sriyanto kemudian menandatangani berita acara pelantikan yang disaksikan Presiden dan selanjutnya turut menandatangani berita acara tersebut.

Sebelumnya, Satyawan menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (12/10/2026). Usai rapat, nama Satyawan disebut sebagai pemimpin lembaga Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Satyawan merupakan pria kelahiran Boyolali, 9 Agustus 1971 ini merupakan alumnus Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1995. Usai menyabet gelar sarjana, Satyawan Pudyatmoko langsung mengawali kariernya sebagai dosen di kampus almamater tersebut.

Pendidikan berlanjut ke Georg-August-Universität Göttingen, Jerman. Gelar master ia peroleh pada 2001 lewat studi ekologi burung raja-udang di Taman Nasional Baluran, disusul gelar doktor pada 2005 yang membedah ekologi banteng di lokasi yang sama.

Di kancah global, Satyawan terlibat aktif dalam organisasi ilmiah seperti IUFRO, IUCN Wild Cattle Specialist Group, dan GAFORN.

Jejak kepemimpinannya di UGM membentang dari Kepala Laboratorium Satwa Liar, Ketua Jurusan KSDH, Wakil Dekan, hingga Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Di luar manajerial fakultas, ia ditunjuk menjadi Ketua Pokja Gambut UGM sekaligus Ketua Umum APIK-Indonesia yang menghimpun ratusan pakar iklim dan kehutanan tanah air.

Sedangkan Sriyanto sebelumnya menjabat sebagai Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten.

BRGM merupakan lembaga yang sebelumnya menangani restorasi ekosistem gambut dan rehabilitasi mangrove di sejumlah provinsi prioritas. Masa tugas lembaga tersebut berakhir pada 31 Desember 2024.

Pembentukan BPGMN diputuskan oleh Presiden pada 24 September 2026 untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, sekaligus meningkatkan upaya pencegahan karhutla.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto