tirto.id - Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), menggantikan Letjen TNI Suharyanto. Ia dilantik hari ini, Kamis (15/10/2026) di Istana Negara.
Kristomei sebelumnya menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten. Pergantian pimpinan BNPB mencuat di tengah penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang anggarannya diduga bersumber dari dana siap pakai untuk penanganan bencana.
KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026, termasuk Bima Setyawan, adik sekaligus tenaga ahli Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Profil Mayjen Kristomei Sianturi
Kristomei Sianturi lahir di Kotabumi, Lampung Utara, Lampung, pada 6 Mei 1976. Ia merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat dari kecabangan Infanteri yang menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Militer pada 1997. Sebelum masuk Akmil, Kristomei merupakan siswa SMA Taruna Nusantara di Magelang dan lulus pada 1994.
Perjalanan pendidikannya di SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan kariernya. Kristomei pernah mengungkapkan bahwa dirinya semula bercita-cita menjadi sarjana teknik dan ingin melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi Bandung (ITB).
Namun, kesempatan memperoleh beasiswa penuh di SMA Taruna Nusantara membuatnya memilih sekolah tersebut agar biaya pendidikan yang tersedia dapat membantu kebutuhan keluarganya. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan memilih jalur pengabdian sebagai prajurit TNI.
Sebagai perwira dari kecabangan Infanteri, Kristomei menjalani berbagai penugasan operasional dan komando. Ia pernah menjabat Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu pada 2010–2012, kemudian menjadi Danyonif Linud 305/Tengkorak pada 2013–2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Kodim 0424/Tanggamus pada 2014–2016 dan Wakil Asisten Operasi Kasdivif 2/Kostrad pada 2016–2017.
Dalam perjalanan kariernya, Kristomei juga memperoleh pengalaman di bidang operasi dan staf. Ia pernah bertugas sebagai Asisten Operasi Kasdam I/Bukit Barisan pada 2020–2022, Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda pada 2022, serta Paban IV/Opsdagri Sops TNI pada 2022–2023.
Karier Kristomei kemudian berkembang ke bidang penerangan militer. Pada 2023, ia dipercaya menjabat Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), menggantikan Brigjen TNI Hamim Tohari.
Pada Juli 2024, Kristomei mendapat penugasan sebagai Komandan Resimen Taruna Akademi Militer (Danmentar Akmil). Beberapa bulan kemudian, pada Desember 2024, ia beralih menjadi Wakil Gubernur Akademi Militer.
Pada Maret 2025, Kristomei ditunjuk sebagai Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI), menggantikan Mayjen TNI Hariyanto. Kristomei kemudian memperoleh penugasan sebagai Pangdam XXI/Radin Inten pada 10 Agustus 2025. Ia menjadi panglima pertama di kodam tersebut, yang membawahi wilayah Lampung dan Bengkulu.
Pengangkatannya berlangsung dalam rangkaian peresmian satuan komando daerah militer baru dan pengangkatan sejumlah pangdam oleh Presiden Prabowo Subianto.
Harta Kekayaan Mayjen Kristomei Sianturi
Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 27 Februari 2026 untuk periode tahun 2025, Kristomei Sianturi melaporkan total harta kekayaan sekitar Rp2,14 miliar.
Pada kategori tanah dan bangunan, Kristomei melaporkan satu bidang tanah seluas 2.182 meter persegi yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tanah tersebut tercatat sebagai hasil sendiri dengan nilai Rp120 juta.
Komponen terbesar kekayaan Kristomei berasal dari kas dan setara kas yang mencapai Rp2.019.412.136. Karena tidak terdapat utang yang dilaporkan, total kekayaan bersihnya adalah Rp2.139.412.136.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































