Menuju konten utama

Resto India di Inggris Jadi Sepi Usai Owner Minta Hancurkan Gaza

Pemilik restoran makanan India mengeluhkan usahanya sepi usai mengolok Gaza. Ia lalu terlilit masalah keuangan usai banyak review jelek soal restorannya.

Resto India di Inggris Jadi Sepi Usai Owner Minta Hancurkan Gaza
Harman Singh Kapoor. (Sumber: X/@kingkapoor72)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sebuah restoran makanan India di Inggris menjadi sepi pelanggan karena pemiliknya mengeluarkan komentar kontroversial tentang Palestina. Dalam sebuah unggahan, pemilik restoran meminta Israel untuk menghancurkan sebuah bangunan di Jalur Gaza, Palestina. Setelahnya, ia meminta bantuan warganet di media sosial agar meramaikan rumah makannya karena menjadi sepi.

Peristiwa ini terjadi di London, Inggris. Restoran tersebut bernama Singh’s Dining yang dimiliki oleh seorang Sikh bernama Harman Singh Kapoor.

Pada Selasa (13/10/2026), Kapoor meminta bantuan warganet di X. Dalam unggahan itu, ia meminta pelanggan untuk mengunjungi restorannya dan memberikan ulasan yang baik terhadapnya di Google.

Kapoor menyebut dirinya telah menjadi korban dari kampanye ulasan bintang satu palsu terorganisir di Google dan mengeklaim sistem perusahaan teknologi itu turut membantu kampanye tersebut. Ia mengaku hal itu merugikan bisnisnya di tengah kesulitan keuangan yang sedang ia hadapi.

“Google hanya menerima ulasan palsu bintang 1, sementara ulasan bintang 5 asli dari pelanggan tidak diterima,” tulis Kapoor di X.

“Dengan tunggakan sewa dan tuan tanah yang mengancam tindakan pengadilan, tekanan yang kami rasakan tak tertahankan,” tulisnya lagi.

Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan unggahan lain yang pernah diunggah Kapoor pada 29 September lalu. Saat itu, juga melalui X, Kapoor mengunggah video kontroversial yang kemudian viral.

Kapoor menulis “Pesan untuk @IDF dan @netanyahu,” dalam keterangan video tersebut, merujuk pada pasukan militer Israel dan perdana menteri negara Zionis itu. Sementara itu, dalam videonya, Kapoor mempertanyakan mengapa sebuah bangunan di Gaza tidak diluluhlantakkan dengan tanah.

“Saya bertanya kepada Bibi [Benjamin Netanyahu] dan Pasukan Pertahanan Israel, mengapa bangunan ini masih berdiri di Gaza?” katanya, sembari menunjukkan foto udara sebuah bangunan yang tetap berdiri di tengah area yang luluh lantak di Gaza

“Hanya satu bangunan yang tersisa,” kata perekam video.

“Itu dia, kenapa?” jawab Kapoor, ditimpali gelak tawa perekam video.

Video tersebut viral di internet karena dinilai sembarangan mengomentari dampak operasi genosida Israel di Gaza. Ia dinilai telah membuat kawasan Gaza yang rata dengan tanah sebagai bahan olok-olok.

Sejak 2023, militer Israel telah melakukan operasi militer besar-besaran di Jalur Gaza dan meluluhlantakkan sebagian besar wilayah Palestina itu dengan tanah. Lebih dari 74.000 rakyat Palestina telah terbunuh, termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.

Harman Singh Kapoor Sosok yang Kontroversial

Menukil Indiatimes, Harman Singh Kapoor merupakan sosok yang kontroversial, bahkan sebelum videonya tentang Gaza viral di media sosial. Pada awal 2026 lalu, ia disebut pernah mengklaim serangan serupa terhadap bisnisnya.

Pada Februari 2026 lalu, Kapoor mengumumkan bahwa salah satu lini bisnisnya bernama Rangrez di Hammersmith terpaksa ditutup setelah menjadi sasaran ulasan palsu. Dalam klaimnya, Kapoor menyebut ulasan itu muncul karena penolakannya untuk menyajikan daging halal.

Selain itu, ia juga turut menyalahkan kenaikan biaya operasional, pelecehan daring, tuduhan serangan oleh orang-orang yang ia sebut sebagai warga Pakistan. Kapoor juga menyatakan kurangnya dukungan Kepolisian Metropolitan London sebagai alasan di balik penutupan tersebut.

Indiantimes juga menyebut bahwa Kapoor memang sejak lama turut mengembangkan dirinya dengan persona khas di internet. Melalui media sosialnya, ia rajin mengomentari berbagai isu, terutama tentang politik di Asia Selatan.

Ia dikenal karena penolakannya terhadap gerakan Khalistan, gerakan kemerdekaan umat Sikh di Punjab yang ingin memerdekakan diri. Kapoor menyebut gerakan tersebut sebagai kelompok radikal.

Ia juga kerap menentang penyajian daging halal di Inggris. Restoran miliknya turut digunakan untuk mempromosikan penyajian makanan non-halal.

Akan tetapi, bahasa yang digunakan Kapoor untuk berkomentar dianggap banyak pihak cenderung merendahkan komunitas Muslim dan Pakistan. Hal ini telah berulang kali menempatkan bisnis restorannya dalam potensi konflik identitas.

Baca juga artikel terkait BISNIS RESTORAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar