Menuju konten utama

Ratusan Ribu Serangan Siber Ancam Indonesia 24 Jam Terakhir

Indonesia juga tercatat masuk dalam empat negara dengan aktivitas serangan siber terbanyak dalam periode 24 jam terakhir di Asia Pasifik.

Ratusan Ribu Serangan Siber Ancam Indonesia 24 Jam Terakhir
ilustrasi-ancaman-siber-istock-1434612214_uy7fyp
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dasbor ancaman siber FortiGuard Labs mencatat sekitar 350.600 aktivitas serangan siber yang menyasar Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir pada Sabtu (7/11/2026). Sektor perbankan, keuangan, dan asuransi tercatat menjadi target dengan jumlah serangan terbanyak.

Panel tersebut mengungkap sektor perbankan, keuangan, dan asuransi mencatat sekitar 214 ribu aktivitas serangan. Sementara itu, sektor pemerintahan dan fasilitas vital negara berada di urutan berikutnya dengan sekitar 79 ribu percobaan serangan. Akun warganet di media sosial threads turut mengunggah data tersebut.

Namun, angka dan distribusi target serangan tersebut mengalami perubahan ketika Tirto kembali memantau dashboard pada Minggu (8/11/2026) pagi.

Sekitar pukul 08.00 WIB, sektor kesehatan (healthcare) tercatat menjadi target serangan terbanyak dalam 24 jam terakhir dengan sekitar 2.500 aktivitas. Posisi berikutnya ditempati sektor transportasi dan logistik dengan sekitar 1.500 aktivitas, serta pemerintahan dengan 298 aktivitas.

Dalam pemantauan berikutnya, angka tersebut kembali berubah secara signifikan. Sektor perbankan, keuangan, dan asuransi kembali menempati posisi teratas dengan sekitar 255 ribu aktivitas serangan. Disusul sektor kesehatan sebanyak 184 ribu, pemerintahan 112 ribu, manufaktur 75 ribu, dan teknologi 45 ribu aktivitas.

Perubahan angka yang berlangsung dalam hitungan menit tersebut menunjukkan bahwa data pada dashboard bersifat dinamis dan diperbarui secara berkala.

Pada peta persebaran serangan, dashboard FortiGuard Labs juga menampilkan sejumlah wilayah di Indonesia yang menjadi sasaran, di antaranya Jakarta, Karanganyar, Telukjambe, dan Kendal.

Sementara itu, negara asal lalu lintas serangan yang ditampilkan turut berubah dari waktu ke waktu. Dalam pemantauan Tirto pada Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, sejumlah negara yang muncul antara lain Kazakhstan, Pakistan, dan Brasil.

Meski demikian, Tirto belum dapat memastikan keakuratan atribusi lokasi maupun negara asal serangan yang ditampilkan dashboard tersebut. Data geografis pada platform pemantauan ancaman siber tidak serta-merta membuktikan bahwa serangan benar-benar dilancarkan oleh pelaku yang berada di negara bersangkutan.

Di tingkat Asia Pasifik, Indonesia juga tercatat masuk dalam empat negara dengan aktivitas serangan siber terbanyak dalam periode 24 jam terakhir berdasarkan dashboard tersebut. Indonesia mencatat sekitar 189 ribu aktivitas, berada di bawah Selandia Baru dengan 993 ribu aktivitas, Australia sebanyak 558 ribu, dan Malaysia sekitar 496 ribu aktivitas.

Hingga berita ini ditulis, Tirto masih berupaya mengonfirmasi temuan tersebut kepada sejumlah pakar keamanan siber serta pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan sektor perbankan dan pemerintah.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Alfitra Akbar

tirto.id - Flash News
Reporter: Alfitra Akbar
Penulis: Alfitra Akbar
Editor: Hendra Friana