Menuju konten utama

Pemerintah Tarik Utang Rp54,39 Triliun lewat Rilis Sukuk Global

Pemerintah menerbitkan Sukuk Global 3 miliar dolar AS dengan permintaan investor mencapai 2,9 kali lipat dari nilai yang ditawarkan.

Pemerintah Tarik Utang Rp54,39 Triliun lewat Rilis Sukuk Global
Kantor Kementerian Keuangan. (FOTO/kemenkeu.go.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan resmi menerbitkan Sukuk Global senilai 3,0 miliar dolar AS atau setara Rp54,39 triliun, berdasarkan kurs acuan JISDOR Bank Indonesia sebesar Rp18.130 per dolar AS, pada Kamis (6/11/2026).

Penerbitan instrumen pembiayaan syariah ini terbagi ke dalam tiga seri dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun dalam format RegS/144A Trust Certificates.

Transaksi tersebut menjadi langkah keenam Pemerintah Indonesia dalam mengakses pasar keuangan internasional sepanjang 2026. Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan surat utang berformat konvensional dalam berbagai mata uang, yakni dolar AS, euro, renminbi offshore (CNH), yen Jepang, dan yuan China (CNY).

Sukuk Global tersebut terdiri atas seri SNI1129 dengan tenor 3 tahun senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,85 triliun. Seri ini memiliki jatuh tempo pada 13 November 2029 dengan tingkat imbal hasil 5,450 persen. Permintaan investor terhadap seri tersebut mencapai tiga kali lipat dari nilai yang ditawarkan.

Selanjutnya, seri SNI1131 dengan tenor 5 tahun diterbitkan senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp15,70 triliun. Seri yang jatuh tempo pada 13 November 2031 ini menawarkan imbal hasil 5,850 persen dengan tingkat oversubscription mencapai 2,9 kali.

Adapun seri SNI1136 dengan tenor 10 tahun memiliki nilai penerbitan sebesar 1,5 miliar dolar AS atau setara Rp23,55 triliun. Sukuk ini menawarkan imbal hasil 6,250 persen dan akan jatuh tempo pada 13 November 2036. Tingkat oversubscription seri tersebut tercatat sebesar 2,2 kali.

Secara keseluruhan, permintaan investor atau total orderbook mencapai 2,9 kali lipat dari total nilai penerbitan yang ditawarkan pemerintah.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menjelaskan, penerbitan Sukuk Global dilakukan dengan memanfaatkan kondisi pasar yang konstruktif serta sentimen positif pasca-pemilihan umum paruh waktu (midterm) Amerika Serikat.

"Transaksi ini mendapatkan respons dan minat yang kuat dari investor sejak awal masa penawaran sehingga berhasil mendorong momentum orderbook yang solid dan dapat dilakukan kompresi dari Initial Price Guidance (IPG)," ungkap Suminto dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (8/11/2026).

Menurut Suminto, tingginya antusiasme investor global terhadap penerbitan sukuk tersebut turut mencerminkan kredibilitas fiskal Indonesia di mata pasar internasional.

"Tingginya minat investor dari berbagai kawasan juga mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kepercayaan tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang solid, pengelolaan fiskal yang prudent, serta kebijakan moneter yang kredibel," tegasnya.

Dalam transaksi penerbitan Sukuk Global ini, BofA Securities, Dubai Islamic Bank, HSBC, J.P. Morgan, dan KFH Capital Investment Company K.S.C.C. bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunners. Sementara itu, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. bertindak sebagai Co-Managers.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana