Indeks Boven Digoel
Aliarcham Mati Muda di Boven Digoel
Melihat penderitaan orang miskin, ia keluar sekolah dan melawan Belanda, sampai akhirnya dibuang ke Digoel.

Benarkah Sukarno Memohon Ampun Kepada Belanda?
Inggit Ganarsih mengakui Sukarno pernah mengundurkan diri dari Partindo. Namun, ia menolak percaya Sukarno memohon ampun kepada pemerintah kolonial.

Puisi dan Perjuangan Tante Jet untuk Indonesia
Selain melalui sajaknya, dukungan Henritte Rolland Holst alias Tante Jet bagi pergerakan nasional Indonesia juga dirasakan secara nyata di mata orang-orang Perhimpunan Indonesia macam Hatta, dkk.

Tionghoa yang Berdagang dan Berjuang Hingga ke Boven Digoel
Inilah orang-orang Tionghoa yang berjuang dari sisi kiri pergerakan nasional. Mereka dibuang oleh Belanda ke Boven Digoel.

Para Haji di Persimpangan Kiri
Dalam sejarah pergerakan nasional, selain orang terpelajar yang pernah di sekolah Belanda, para haji pun juga aktif dalam pergerakan nasional. Sebagian bahkan harus bernasib malang karena dibuang.

Kabur dari Digoel
Tak ada tukang pukul di tempat pembuangan Boven Digoel. Tak ada pula paksaan untuk bekerja bagi orang-orang buangan yang bermimpi soal kemerdekaan Indonesia. Siksaan terbesar di Boven Digoel adalah kesepian.

Digoel, Tempat Buangan Para Pembangkang
Pemerintah Kolonial Hindia Belanda menjadikan Boven Digoel sebagai tempat mengisolasi tokoh-tokoh pergerakan nasional. Mereka disiksa oleh ganasnya malaria dan kesepian.
Mereka memutuskan untuk membangun kamp pengasingan bagi pentolan komunis yang berontak pada 12 November 1926.
Mereka memutuskan untuk membangun kamp pengasingan bagi pentolan komunis yang berontak pada 12 November 1926.
Masuk tirto.id








