tirto.id - Alvin Tedjo terpilih sebagai wali kota Mississauga, Ontario, Kanada, dalam pemilihan munisipal pada Senin (26/10/2026) waktu setempat. Politikus berusia 43 tahun keturunan Indonesia itu mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.
Berdasarkan hasil tidak resmi yang dipublikasikan, Tedjo memperoleh 74.479 suara atau 39,21 persen. Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara atau 27,30 persen, sedangkan Crombie meraih 43.191 suara atau 22,74 persen.
Kemenangan tersebut menjadikan Tedjo wali kota kedelapan Mississauga dan laki-laki pertama yang terpilih untuk jabatan itu sejak 1978.
“Mississauga telah memilih perubahan,” ujar Tedjo dikutip CTV News, Selasa(27/10/2026).
“Hari ini, kota Mississauga telah membuat pilihan yang jelas dan bersejarah untuk menuntut perubahan di balai kota. Kawan-kawan, sungguh merupakan kehormatan seumur hidup bagi saya untuk berdiri di sini sebagai wali kota Mississauga Anda yang berikutnya. Ini adalah tanggung jawab yang sangat besar, yang tidak saya anggap enteng,” imbuhnya.
Profil Alvin Tedjo
Latar belakang keluarga Alvin Tedjo berkaitan dengan perjalanan ayahnya, dr. Anto Tedjo, yang berasal dari Padang, Sumatra Barat.
Pada 1978, Anto bersama keluarganya pindah ke Kanada ketika Alvin masih berusia empat tahun. Setibanya di negara tersebut, Anto mengawali kehidupannya dengan menjalani berbagai pekerjaan kasar, mulai dari pencuci piring hingga pengantar makanan.
Tedjo menceritakan bahwa ia dan istrinya, Rebecca, juga memilih membangun keluarga di Mississauga. Mereka memiliki tiga anak dan tinggal di kawasan Clarkson. Bagi Tedjo, kota tersebut bukan sekadar tempat tinggal, melainkan rumah yang ingin terus dikembangkan agar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi generasi berikutnya.
Ketertarikannya pada kepemimpinan sudah terlihat sejak duduk di bangku sekolah menengah. Ia bersekolah di Father Michael Goetz Secondary School dan pernah menjabat sebagai presiden dewan siswa selama dua tahun.
Tedjo menempuh pendidikan tinggi di Queen's University, Kingston, Ontario, Kanada. Ia mengambil bidang studi ilmu politik (Political Studies) dan meraih gelar Bachelor of Arts pada 2007. Semasa kuliah, ia juga aktif dalam organisasi mahasiswa Queen's University, yakni Alma Mater Society, serta pernah menjadi manajer pemasaran dan direktur layanan mahasiswa.
Sebelum menyelesaikan gelar sarjananya, Tedjo mengikuti program sertifikat studi internasional di Bader International Study Centre, bagian dari Queen's University, yang berlokasi di Herstmonceux, Inggris. Program tersebut berlangsung pada 2002–2003.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Harvard University melalui Harvard Extension School. Pada 2015–2017, Tedjo mengambil program sertifikat pascasarjana di bidang Learning Design and Technology. Setelah itu, ia menempuh program Master of Liberal Arts dengan spesialisasi Digital Media Design pada 2017–2020.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Tedjo bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance (OUSA), organisasi yang memperjuangkan kepentingan mahasiswa di Ontario. Ia menjabat sebagai direktur komunikasi dan hubungan masyarakat pada Juni 2009 hingga Mei 2012.
Pada 2012, Tedjo bergabung dengan Kementerian Perguruan Tinggi dan Universitas Ontario. Ia awalnya bertugas sebagai penasihat komunikasi senior pada Mei 2012 hingga Februari 2013, kemudian menjadi penasihat kebijakan senior.
Pada Desember 2014, Tedjo mulai bekerja di Sheridan College, lembaga pendidikan tinggi di Ontario. Ia menjabat sebagai manajer hubungan pemerintahan hingga November 2016, kemudian dipromosikan menjadi direktur hubungan pemerintahan sampai April 2019.
Pada pemilihan umum Ontario 2018, Tedjo maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario di daerah pemilihan Oakville North, Burlington. Namun, ia tidak berhasil memenangkan kursi tersebut dan menempati posisi ketiga.
Ia kembali mencoba meniti karier politik di tingkat provinsi dengan mengikuti pemilihan ketua Partai Liberal Ontario pada 2019–2020. Dalam kontestasi itu, Tedjo mengusung gagasan mengenai pendapatan dasar (basic income) dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Ia menempati posisi kelima dari enam kandidat.
Setelah itu, Tedjo bekerja di Magnet, sebuah platform inovasi sosial digital nirlaba yang menghubungkan individu, bisnis, dan organisasi dengan berbagai peluang. Ia menjabat sebagai manajer senior inisiatif strategis pada April 2020 hingga April 2021.
Kariernya berlanjut di Toronto Metropolitan University, yang sebelumnya dikenal sebagai Ryerson University. Ia menjadi direktur inisiatif strategis pada April hingga November 2021, kemudian direktur strategi dan komunikasi sampai November 2022.
Tedjo pertama kali memenangkan jabatan publik dalam pemilihan munisipal Mississauga pada 2022. Ia terpilih sebagai anggota Dewan Kota untuk Ward 2, wilayah yang mencakup Clarkson dan Lorne Park, dengan perolehan sekitar 41 persen suara dalam persaingan delapan kandidat.
Sejak November 2022, ia bertugas sebagai anggota Dewan Kota Mississauga sekaligus anggota Dewan Regional Peel. Di tingkat kota, ia terlibat dalam berbagai komite, termasuk komite anggaran, audit, perencanaan dan pembangunan, serta lingkungan. Ia juga memimpin Cycling Committee dan menjadi wakil ketua Planning and Development Committee.
Di tingkat regional, Tedjo terlibat dalam komite yang menangani hubungan pemerintahan, risiko dan audit, kesetaraan serta antirasisme, dan integrasi sistem kesehatan. Ia juga menjadi anggota sejumlah badan yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, perumahan, dan konservasi lingkungan.
Kesempatan pertama Tedjo untuk menjadi wali kota datang pada 2024, setelah Bonnie Crombie mengundurkan diri dari jabatan tersebut untuk mengikuti pemilihan ketua Partai Liberal Ontario.
Dalam pemilihan sela itu, Tedjo bersaing dengan sejumlah kandidat, termasuk Carolyn Parrish dan Dipika Damerla. Ia mengangkat isu kepadatan pembangunan perumahan, transportasi publik, serta berbagai persoalan perkotaan yang dinilai penting bagi masa depan Mississauga.
Namun, Tedjo belum berhasil memenangkan pemilihan tersebut. Ia memperoleh sekitar 25 persen suara dan menempati posisi kedua, di bawah Parrish yang meraih sekitar 31 persen suara. Kekalahan itu tidak menghentikannya untuk kembali mencoba meraih jabatan tertinggi di pemerintahan kota.
Alvin Tedjo Menang dalam Pemilihan Wali Kota 2026
Tedjo kembali mencalonkan diri sebagai wali kota Mississauga dalam pemilihan munisipal 2026. Berdasarkan proyeksi meja pemilu CP24-CTV setelah seluruh tempat pemungutan suara melaporkan hasilnya, ia memperoleh 74.479 suara atau 39,2 persen. Ia mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish serta Bonnie Crombie.
Dalam pidato setelah kemenangan, Tedjo menyatakan bahwa warga Mississauga telah memilih perubahan. Ia juga berterima kasih kepada Parrish, Crombie, dan kandidat lainnya atas partisipasi mereka dalam pemilihan.
Parrish dan Crombie mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Tedjo.
“Saya telah menelepon Alvin Tedjo, dan saya mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangannya dan kehormatan menjadi wali kota berikutnya di kota kami,” kata Crombie.
“Tugas berat menantinya di depan. Ia bisa menelepon saya kapan saja, dan saya akan memberitahunya apa saja yang sebaiknya tidak dilakukan,” ujar Parrish.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































