tirto.id - Polres Jembrana, Bali membongkar dugaan perdagangan satwa yang dilindungi, yaitu pari mobula. Sebanyak 11 ekor pari mobula diamankan di Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana. Nahasnya, satwa yang dilindungi itu sudah ditemukan mati dan terpotong-potong.
"Pengungkapan berlangsung pada Jumat kemarin namun sudah dalam kondisi mati dan telah terpotong-potong," ungkap Kapolres Jembrana, AKBP Cherry SM Simamorang, dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Pengungkapan dugaan tindak pidana terkait pengangkutan dan perdagangan satwa dilindungi disampaikan warga ke Satpolairud Polres Jembrana. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kasat Polairud, Iptu I Gede Ketut Suasnawa, melakukan penyelidikan.
Saat dilakukan penyelidikan, seorang pria berinisial MN (61) terlihat membawa sepeda motor yang menarik gerobak berisi ikan di Banjar Munduk, Desa Pengambengan. Saat diperiksa, ada 11 ekor pari mobula yang sudah ditemukan mati dan terpotong-potong.
Satpolairud Polres Jembrana lalu berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSL) serta Jaringan Satwa Indonesia (JSI) untuk memastikan jenis pari yang diperiksa.
"Hasil keterangan, diidentifikasi jenis pari mobula yang termasuk satwa dilindungi. Sampel daging yang diperiksa di laboratorium juga menguatkan identifikasi tersebut," imbuhnya.
Saat dilakukan pendalaman, kuat dugaan adanya keterlibatan tiga orang yakni M (75), S (61) dan F (35) yang memiliki peran masing-masing dalam perdagangan ilegal dari menangkap dan menjual, membeli, serta yang mengangkut pari mobula ini
Selain satwa dilindungi yang sudah mati terpotong-potong, Satpolairud Polres Jembrana juga mengamankan satu sepeda motor vario beserta STNK, satu gerobak, uang tunai Rp1,7 juta dan satu sampan yang diduga menjadi kendaraan untuk berburu.
Kini, Satpolairud Polres Jembrana tengah melakukan pendalaman kepada tiga orang yang diamankan sesuatu ketentuan hukum yang berlaku.
"Komitmen kami, menegakkan hukum sekaligus mendukung perlindungan dan pelestarian sumber daya kelautan khususnya di wilayah Jembrana untuk menjaga kelestarian ekosistem laut dan kekayaan hayatinya," tegasnya.
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































