Menuju konten utama

Peminat Outing dan Incentive Travel Turun di Semester I 2026

Kegiatan outing dan perjalanan insentif yang dilakukan instansi pemerintah biasanya meningkat jelang akhir tahun.

Peminat Outing dan Incentive Travel Turun di Semester I 2026
Wisatawan melintas di Kawasan Kota Tua Jakarta, Jakarta, Selasa (2/9/2025). ANTARAFOTO/Muhammad Rizky Febriansyah/hma/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Ketua Umum Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI), Gigih Gesang, mengakui peminat kegiatan outing dan perjalanan insentif (incentive travel) menurun pada semester I 2026. Namun, peminat kegiatan tersebut diyakini akan meningkat menjelang akhir tahun.

"Minat pengusaha hari ini memang ada berkurang ya sekitar di 30 persen, yang biasa ada, tapi mungkin bisa saja kan itu faktornya bukan karena tidak melaksanakan [kegiatan], bisa saja pindah vendor dan lain sebagainya," tutur Gigih dalam keterangan yang diterima, Kamis (24/9/2026).

Meski demikian, ia meyakini kegiatan outing dan perjalanan insentif bakal meningkat seiring berjalannya waktu hingga akhir tahun. Pasalnya, kata Gigih, peserta kegiatan tersebut yang kebanyakan berasal dari kalangan pemerintah mulai aktif berkegiatan pada akhir tahun.

"Pemerintah itu menghabiskan anggaran ini kan di akhir tahun, kalau pemerintah," katanya.

Ia menyebutkan, pengurangan juga terdapat dari sisi durasi kegiatan outing dan incentive travel. Biasanya, kegiatan itu dilaksanakan dalam waktu 3-4 hari.

"Sekarang jadi hanya dua hari. Satu hari untuk materi penguatan mental hari kedua fisik dan jalan-jalan cukup ya," sebut Gigih.

Meski demikian, aktivitas perjalanan wisata domestik masih mencatat peningkatan sepanjang 2026. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) pada Juli 2026 mencapai 107,44 juta perjalanan.

Angka tersebut meningkat 7,23 persen dibandingkan Juli 2025. Sejalan dengan itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang tercatat sebesar 54,54 persen pada Juli 2026. Tingkat tersebut meningkat 1,75 poin dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan aktivitas perjalanan ini turut menciptakan potensi pasar bagi bisnis yang menyediakan kebutuhan perjalanan maupun kegiatan berkelompok. Segmen tersebut mencakup corporate outing, gathering, hingga incentive travel.

Rangkaian kegiatan tersebut juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah sektor usaha. Di antaranya perhotelan, restoran, transportasi, penyedia venue, event organizer, serta penyedia kegiatan wisata dan team building.

Potensi itu juga didukung oleh pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. BPS mencatat sektor tersebut tumbuh 11,83 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Adapun perekonomian Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Kebutuhan korporasi untuk menggelar kegiatan bagi karyawan menjadi salah satu segmen yang disasar dalam Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026. Panorama Media selaku penyelenggara akan menggelar pameran tersebut pada 8-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Jakarta.

Director Panorama Media, Andita Tirtawisata, menjelaskan IOITE dirancang sebagai wadah yang mempertemukan perusahaan dengan kebutuhan dan alokasi anggaran kegiatan dengan pelaku industri yang menawarkan jasa untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kami melihat ada jarak antara perusahaan yang punya kebutuhan dan anggaran, dengan pelaku industri yang punya solusinya. Dua-duanya sering tidak bertemu di waktu yang tepat. IOITE kami bangun untuk menjembatani itu. Dalam satu kunjungan, seorang HR manager bisa merencanakan outing, gathering, sampai incentive trip untuk setahun ke depan,” ujar Andita.

Menurut Andita, keberadaan pameran dapat membantu perusahaan mengumpulkan sejumlah pilihan layanan yang dibutuhkan untuk program karyawan sekaligus melakukan perbandingan di satu tempat.

Project Manager IOITE 2026, Priscilla Daulima, menambahkan, IOITE tidak semata diarahkan untuk mempertemukan perusahaan dengan exhibitor dalam konteks transaksi. Pameran itu juga dilengkapi agenda yang ditujukan untuk menambah pengetahuan praktisi korporasi.

“Lewat HR Speakers Coaching dan HR Talks, mereka dapat insight dari para ahli. Lewat Business Matching, mereka bisa langsung bertemu penyedia yang relevan, dan tentu saja ada banyak promo menarik dari brand yang sayang untuk dilewatkan,” kata Priscilla.

Baca juga artikel terkait SEKTOR PARIWISATA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Sosial Budaya
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto