Menuju konten utama

Pemerintah Siapkan 400 Lulusan URI untuk Ditempatkan di BUMN

Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional.

Pemerintah Siapkan 400 Lulusan URI untuk Ditempatkan di BUMN
Mendiktisaintek Brian Yuliarto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (29/9/2026). tirto.id/ M Fajar Nur
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan sekitar 400 lulusan program URI untuk ditempatkan di sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek), Brian Yuliarto, mengatakan penyiapan tahap pertama yang melibatkan sekitar 400 lulusan itu dilakukan melalui pelatihan selama enam bulan dan program magang selama dua bulan. Seluruh proses pembekalan tersebut diselenggarakan oleh URI sebelum para lulusan ditempatkan di BUMN.

"Penyiapan dari 400 orang yang nantinya ditempatkan di BUMN dan program strategis dilakukan oleh URI. Mereka ada training selama enam bulan, kemudian ada magang selama dua bulan," ujar Brian kepada awak media usai Taklimat Presiden Republik Indonesia kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch I Tahun 2026 di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).

Lebih lanjut, Brian menjelaskan Presiden Prabowo dalam acara tersebut juga memberikan pembekalan kepada para calon talenta tersebut. Menurutnya, pembekalan itu bertujuan memastikan para lulusan memiliki kapasitas dan integritas yang dibutuhkan ketika menjalankan tugas.

Tidak hanya itu, Prabowo juga menekankan pentingnya membangun integritas, kemampuan kerja, jiwa kebangsaan, serta pemahaman terhadap kondisi masyarakat Indonesia.

Dengan bekal tersebut, para lulusan diharapkan mampu menunjukkan kinerja yang baik ketika menjalankan tugas di lingkungan BUMN maupun dalam pelaksanaan program strategis nasional.

Selain penguatan kapasitas, materi pembelajaran juga mencakup pembentukan karakter dan kepemimpinan. Para peserta mendapatkan pendidikan mengenai disiplin dan wawasan kebangsaan serta penguatan empati sosial.

"Pembelajaran seperti biasa, disiplin kebangsaan, empati. Di saat yang sama, ada penyiapan kapasitas, kepemimpinan. Kombinasi kedua itu," kata Brian.

Baca juga artikel terkait BUMN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi