Menuju konten utama

Veda Ega di Moto3 Mandalika: Asa Sang Rookie Tembus Podium

Peluang Veda Ega di Moto3 Mandalika 2026 tergolong berat setelah hasil FP1 dan Practice. Mungkinkah sang rookie tembus podium di sirkuit bertuahnya?

Veda Ega di Moto3 Mandalika: Asa Sang Rookie Tembus Podium
Veda Ega Pratama. insatgram/veda_54
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Veda Ega Pratama bakal menjalani race Moto3 Grand Prix Indonesia 2026 pada Minggu (11/10/2026) di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Pulangnya" sang pembalap 17 tahun ke sirkuit tempat ia meraih gelar juara di Asian Talent Cup 2023, mungkinkah perjuangan Veda Ega kali ini akan berbuah manis di kandangnya sendiri?

Veda Ega Pratama tengah mengalami masa-masa berat dalam musim debutnya di Moto 2026. Setelah merebut 26 poin hanya dalam 2 seri pertama musim ini, belakangan sang pembalap kelahiran Wonosari mengalami penurunan performa.

Posisi 20 di Aragon, urutan 18 di Misano, peringkat 13 di Austria, dan terakhir P11 di Motegi, Jepang. Hanya 8 poin dari 4 balapan terakhir membuat Veda merosot ke peringkat 8 klasemen Moto3 tahun ini.

Tidak hanya itu, dalam klasemen rookie alias para pembalap debutan di Moto3, Veda Ega ada di posisi 3. Ia di belakang Brian Uriarte (Spanyol) dan Hakim Danish (Malaysia). Padahal, dalam 2 race pembuka, Veda ada di atas dua kompetitornya yang musim lalu juga bersaing di Red Bull Rookies Cup 2025.

Datangnya Veda Ega ke Mandalika membuat ekspektasi publik terhadapnya cukup tinggi. Namun, mungkinkah sang pembalap dengan nomor 9 bisa finis podium pada Minggu (11/10)?

Catatan Apik Veda Ega di Mandalika: Juara ATC & Podium ARRC

Ada keterikatan sejarah antara Sirkuit Mandalika dan Veda Ega Pratama. Sirkuit dengan 17 tikungan ini menjadi saksi bisu tumbuhnya sang pembalap saat berlaga di Asia Talent Cup (ATC) selama 3 tahun dari 2021 hingga 2023, dilanjutkan dalam ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2024 dan 2025.

Jejak Veda di Mandalika mulai terukir dalam Asia Talent Cup (ATC) 2021. Ketika itu, GP Indonesia digelar dengan format 2 race. Bertarung jelang ulang tahun ke-13, sang pembalap tercatat finis di P8 dalam race pertama, lalu retired di race kedua. Ia tampil lagi di Mandalika dalam race yang dilabeli judul WSBK Grand Prix Indonesia dan meraih peringkat 9.

Setahun kemudian, dalam usia yang makin bertambah, Veda Ega mencatatkan 2 kemenangan beruntun di Mandalika. Pada race pertama, Veda juara dengan keunggulan masif dari sang runner-up Carter Thompson (Australia). Berlanjut ke Race 2 yang hanya berjarak sehari, Veda Ega kembali merebut podium pertama. Kali ini, di depan sosok yang kelak jadi rival abadinya, Hakim Danish (Malaysia). Musim 2022 itu, sang pembalap muda Indonesia finis peringkat 3 di klasemen akhir ATC 2022.

Veda Ega Pratama

Veda Ega Pratama. instagram/veda_54

Musim 2023 menjadi babak paling gemilang dalam karier Veda Ega di ATC. Dalam seri Mandalika, yang lagi-lagi dimainkan dalam 2 race, Veda selalu keluar sebagai pemenang alias berhak atas 50 poin. Keberhasilan di Mandalika itu mewarnai total 9 kali juara race yang dikemas Veda musim itu di ATC 2023. Otomatis, ia menjadi kampiun kejuaraan dengan total 256 angka.

Seiring dengan naiknya level Veda Ega, dia terjun ke ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) 2024 untuk kelas Asia Production 250 (AP250). Lagi-lagi, Mandalika jadi arena buatnya mendulang poin. Race pertama Veda di ARRC Mandalika 2024 berbuah podium terakhir, sedangkan race kedua berujung sebagai runner-up. Seri Mandalika yang diwarnai 36 angka adalah seri dengan dulangan poin terbanyak untuk Veda pada ARRC 2024.

Veda Ega Pratama lantas tampil di Red Bull Rookies Cup dan FIM MotoGP Junior 2025 yang membuatnya jauh dari Mandalika. Namun, kini, dalam musim debutnya di Moto3, sang pembalap kelahiran November 2008 kembali menyapa sirkuit yang penuh tuah untuknya.

Pertaruhan Debut Veda Ega di Moto3 Mandalika

Grand Prix Mandalika yang merupakan seri ke-17 Moto3 2026 penuh tantangan bagi Veda Ega. Dalam sesi Free Practice 1 (FP1) Veda membukukan catatan waktu 1 menit 38,746 detik, terpaut sekitar 1,2 detik dari pembalap tercepat David Almansa. Ia menempati peringkat 10. Dalam sesi practice yang menentukan posisi di kualifikasi, Veda turun ke P12.

Bersaing di Moto3 memang tidak mudah untuk Veda Ega. Ia sempat tampil prima dengan meraih 2 kali posisi ketiga dalam 5 race awal. Namun, setelah itu, dalam 11 balapan beruntun, Veda Ega tak kunjung menembus podium. Prestasi terbaiknya adalah peringkat 5 di GP Ceko.

Veda Ega Pratama

Pembalap Honda Team Asia Veda Ega Pratama. FOTO/honda.racing

Kondisi Veda berbeda dengan Brian Uriarte. Sang pembalap Spanyol memang sempat kesulitan nyetel dengan motor KTM pada awal kejuaraan. Namun, setelah menjadi juara di GP Italia, performanya melesat. Uriarte kini ada di peringkat 4 klasemen dengan total 187 poin, atau 82 angka lebih banyak daripada Veda.

Bertarung di Mandalika yang bertuah untuknya sekalipun, tidak menjamin Veda Ega bisa mengulang prestasi di ATC dan ARRC. Musim ini adalah musim pertamanya di Moto3 dengan adaptasi pada motor dan tim yang baru pula.

Sebagai gambaran, musim ini, hanya sekali konstruktor Honda mampu meraih gelar juara, yaitu saat Guido Pini (Leopard Racing) meraup 25 angka di GP Austin. Selebihnya, 15 balapan lain jadi milik KTM. Apalagi, ada sosok Maximo Quiles yang 9 kali jadi juara race dengan motor CFMoto Aspar Team.

Jika melihat betapa kesulitannya Veda Ega untuk tembus di bawah 1 menit 38 detik dalam FP1 dan practice GP Mandalika, pertarungan kali ini akan berat untuknya.

Namun, karakter Mandalika kerap menciptakan pertarungan pack racing yang rapat di barisan depan, memberi celah bagi pembalap yang cerdik dalam memanfaatkan slipstream. Selain itu, adanya 11 pembalap berbeda dari 12 balapan dalam 4 edisi Grand Prix Indonesia di sirkuit ini, membuka peluang Veda, setipis apa pun, untuk bersaing di papan atas race.

Baca juga artikel terkait SC BOLD atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Olahraga
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya