Pacu Jawi, Tradisi Hiburan Masyarakat Agraris Tanah Datar

Kaki-kaki sapi berjalan di lumpur tempat arena Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang anak membawa sapi untuk diikutkan dalam tradisi balapan sapi Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang panitia melintasi arena pertandingan Pacu Jawi saat berlangsungnya pertandingan sambil membawa peralatan membajak sawah yang dikalungkan ke tubuh sapi untuk menarik Joki Pacu Jawi. tirto.id/Hafitz Maulana
Nampak seorang joki mengontrol sapi-sapi yang berlari di Pacu Jawi, Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). Tirto.id/Hafitz Maulana
Sapi-sapi berlari kencang dinahkodai seorang joki dalam ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). Tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang anak berlari melintasi tanah berlumpur tempat berlangsungnya arena Pacu Jawi, Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang joki merokok sambil mengontrol dua ekor sapi yang ditugganginya dengan menarik kedua buntut sapi dalam ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang joki memacu sapi sambil menggigit buntut sapi di ajang Pacu Jawi, Tanah Datar, Sumatera Barat. Menggigit buntut sapi adalah salah satu teknik agar sapi berlari kencang. tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang joki melepaskan sapi yang ditungganginya saat berlangsungnya ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Nampak seorang joki mengontrol sapi-sapi yang berlari di Pacu Jawi, Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). Tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang joki jatuh dari tunggannya dan disisi lain seorang joki sedang mengontrol sapi yang berlaga dalam ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Joki Pacu Jawi berusaha meraih buntut sapi yang ditungganginya saat berlari kencang di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Seorang joki berpegangan pada buntut sapi saat memacu sapi dalam ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat (17/3/18). tirto.id/Hafitz Maulana
Ekspresi seorang joki yang mengendarai sapi dalam ajang Pacu Jawi di Tanah Datar, Sumatera Barat. tirto.id/Hafitz Maulana
Pacu Jawi di Tanah Datar berbeda dengan Karapan Sapi di Madura. Jika Karapan Sapi di Madura berlangsung di tanah datar yang kering, Pacu Jawi Tanah Datar berlangsung di lahan persawaan yang basah dan berlumpur.
1 April 2018
Dua ekor sapi yang terpasang alat bajak dipacu berlari oleh seorang joki di lahan berlumpur pada ajang Pacu Jawi. Tradisi hiburan Pacu Jawi atau balap sapi merupakan produk budaya masyarakat agraris yang berlangsung 3 kali dalam setahun, setiap usai masa panen di empat Kecamatan (Pariangan, Lima Kaum, Rambatan, dan Sungai Tarab) Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Pacu Jawi di Tanah Datar berbeda dengan Karapan Sapi di Madura. Jika Karapan Sapi di Madura berlangsung di tanah datar yang kering, Pacu Jawi Tanah Datar berlangsung di lahan persawaan yang basah dan berlumpur.

Aturan main dalam Pacu Jawi bukan soal kecepatan, melainkan dua ekor sapi yang mampu berlari lurus secara bersamaan. Hal ini sesuai dengan filosofi masyarakat setempat yang percaya bahwa pemimpin dan rakyat mampu berjalan bersama. Selain itu, balap sapi Pacu Jawi tidak memiliki lawan tanding seperti halnya perlombaan-perlombaan pada umumnya. Alasannya untuk menghindari terjadinya taruhan yang kerap terjadi di setiap bentuk kompetisi atau pertandingan.

Bagi para joki selain harus mahir berdiri di atas bilah alat bajak saat ditarik kedua sapi, menggigit ekor sapi adalah salah satu teknik untuk mengendalikan sapi-sapi agar berlari lebih kencang.

Ekspresi para joki dan sapi-sapi saat berpacu di tanah berlumpur ini membentuk semburat lumpur dibagian latar yang mampu menciptakan komposisi menarik untuk difoto. Oleh karena itu tradisi hiburan Pacu Jawi menjadi agenda idaman para turis yang hobi fotografi untuk mengabadikan atraksi seru produk budaya masyarakat agraris Tanah Datar. tirto.id/Hafitz Maulana


Teks & Foto: Hafitz Maulana