tirto.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) dibuka melemah pada Selasa (27/10/2026). Seturut Bloomberg, per pukul 09.09 WIB, rupiah bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen, membuat nilai 1 dolar AS berada di level Rp18.140.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini menandai berlanjutnya tekanan terhadap mata uang Indonesia.
Pada Senin (26/10) kemarin, rupiah relatif tertekan secara konstan. Mata uang garuda dibuka melemah pada awal perdagangan hari Senin, namun kinerja sepanjang hari tidak berhasil mendongkrak nilai rupiah yang juga ditutup melemah di hari yang sama.
Kondisi serupa juga terjadi selama sepekan kemarin, ketika rupiah bergerak terseok di tengah tekanan domestik dan internasional. Dari Senin (19/10) hingga Jumat (23/10), rupiah bergerak pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.080 per dolar AS.
Dampak dirilisnya sikap MSCI terkait pasar saham Indonesia serta meningkatnya harga minyak mentah dunia disinyalir jadi salah satu faktor yang dominan dalam kinerja rupiah yang terseok. Pun pada Senin kemarin, tekanan pada rupiah diperkirakan masih merupakan dampak dari efek domino peningkatan harga minyak mentah dunia.
Dalam keterangannya untuk Antara, analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuabi mengamini hal tersebut. Menurutnya, perdagangan rupiah pada Senin kemarin menampilkan peningkatan kekhawatiran pasar terhadap fiskal Indonesia seiring kenaikan harga minyak global.
“Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) melalui peningkatan biaya impor minyak dan beban subsidi energi serta kompensasi kepada Pertamina,” ujar Ibrahim.
Rupiah Melemah di Tengah Fluktuatifnya Pasar Uang Asia
Pelemahan juga tampak terjadi pada sejumlah mata uang di Asia Pasifik dan ASEAN. Secara umum, dolar mengalami penguatan di Asia Pasifik, kendati beberapa mata uang ASEAN berhasil tampil perkasa.
Pada awal perdagangan hari ini, pasar uang Asia Pasifik menunjukkan tren penguatan dolar. Yen Jepang melemah 0,08 persen; yuan Cina melemah 0,02 persen; walaupun won Korea tampil menguat 0,10 persen.
Di ASEAN, laju indeks harga mata uang relatif lebih fluktuatif. Selain rupiah, pelemahan juga terjadi pada peso Filipina yang terdepresiasi 0,07 persen. Namun, ringgit Malaysia tampil menguat 0,04 persen dan baht Thailand menguat 0,07 persen.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






































