tirto.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mencatatkan pendapatan Rp9,53 triliun sepanjang 2025. Pendapatan tersebut tumbuh 2,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Bisnis menara menyumbang 81,8 persen terhadap total pendapatan Mitratel. Sementara itu, lini bisnis fiber mencatat pertumbuhan lebih tinggi, dengan pendapatan yang berkontribusi 6 persen terhadap total pendapatan dan tumbuh 18,1 persen secara tahunan.
Dari sisi profitabilitas, Mitratel membukukan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar Rp7,83 triliun atau tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Margin EBITDA tercatat sebesar 82,2 persen.
Lalu, laba bersih Mitratel mencapai Rp2,12 triliun pada 2025, naik 0,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Margin laba bersih tercatat sebesar 22,2 persen.
Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan perseroan tetap menjaga kinerja dan profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (18/9/2026).
Menurut dia, perseroan menjalankan strategi dengan mengoptimalkan bisnis menara sebagai bisnis inti serta mempercepat pengembangan fiber sebagai bagian dari ekosistem digital.
"Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital," ucap dia.
Dari sisi operasional, hingga akhir Desember 2025, Mitratel mengoperasikan 40.230 menara, meningkat 2,1 persen secara tahunan. Jumlah kolokasi juga meningkat 11,7 persen menjadi 22.854.
Adapun total tenant Mitratel mencapai 63.084 dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,57 kali. Jika termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.
Pada bisnis fiber, panjang fiber billable Mitratel mencapai 70.618 kilometer, tumbuh 15,6 persen secara tahunan. Billable ratio juga meningkat menjadi 1,23 kali.
Theodorus mengatakan peningkatan kebutuhan konektivitas nasional membuka peluang bagi perseroan untuk memperluas bisnis infrastruktur digital.
"Kami melihat peluang pertumbuhan yang semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional. Mitratel akan terus memperluas kapabilitas sebagai mitra strategis bagi operator dan pelaku industri digital, dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future-ready," urainya.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































