Menuju konten utama

Menteri PPPA Dorong Keadilan Gender: Pembalut Bukan Barang Mewah

Menstruasi adalah siklus rutin yang tak bisa dihindari. Menteri PPPA minta negara hadir penuhi produk sanitasi layak bagi kaum perempuan rentan.

Menteri PPPA Dorong Keadilan Gender: Pembalut Bukan Barang Mewah
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. ANTARA/HO-Kementerian PPPA
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, angkat bicara menanggapi ramainya pro-kontra di ruang publik mengenai akses produk sanitasi perempuan.

Arifah menegaskan bahwa pembalut merupakan kebutuhan biologis utama yang berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi, sehingga pemenuhannya harus didukung oleh kebijakan lintas sektor yang adil gender.

“Satu hal yang harus kita tegaskan pembalut bukanlah barang mewah,” ujar Arifah melalui video yang diunggahnya melalui akun Instagram @arifah.fauzi, dikutip Tirto Senin (2/11/2026).

Arifah berkomitmen untuk terus mendorong agar prinsip keadilan gender dan dampak kebijakan terhadap pemenuhan kebutuhan dasar perempuan, termasuk produk sanitasi menstruasi, turut menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan lintas sektor.

"Menstruasi merupakan proses biologis alami yang menjadi bagian dari siklus reproduksi perempuan yang dialami secara rutin dan tidak dapat dihindari,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

“Dengan demikian dibutuhkan dukungan dari banyak pihak terkait ketersediaan akses terhadap produk sanitasi menstruasi yang aman, layak, dan terjangkau, khususnya untuk mereka yang berasal dari kelompok sosial ekonomi rentan ke bawah," imbuhnya.

Menurut Arifah, pembalut dan produk menstruasi merupakan kebutuhan dasar perempuan yang menjadi bagian penting dalam pemenuhan hak kesehatan reproduksi.

Pemenuhan kebutuhan tersebut turut mendukung kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan Perempuan. Selain itu, menunjang aktivitas sehari-hari agar dapat dijalani secara aman dan bermartabat.

Arifah menegaskan pentingnya mempertimbangkan kebutuhan spesifik perempuan dalam perumusan setiap kebijakan. Kebijakan terkait produk sanitasi menstruasi diharapkan dapat mengakomodasi perspektif gender serta memperhatikan kebutuhan perempuan, sehingga mampu mendukung kesetaraan akses terhadap pemenuhan hak kesehatan reproduksi dan kesejahteraan perempuan.

"Sudah sepatutnya kita membangun kepedulian bahwa setiap perempuan berhak mendapatkan akses terhadap produk sanitasi menstruasi yang aman, layak dan terjangkau,” lontarnya.

“Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan perempuan. Memenuhi kebutuhan dasar perempuan juga merupakan bagian dari mewujudkan kehidupan yang lebih setara dan sejahtera," sambungnya.

Arifah bilang, upaya ini penting untuk membangun keluarga yang lebih sehat, masyarakat yang lebih inklusif, dan Indonesia yang lebih setara dan sejahtera.

"Memenuhi kebutuhan dasar atau spesifik perempuan berarti memastikan perempuan dapat hidup sehat, aman, produktif, dan bermartabat. Ketika kebutuhan perempuan diperhatikan dalam setiap kebijakan, sesungguhnya kita sedang membangun keluarga yang lebih sehat, masyarakat yang lebih inklusif, dan Indonesia yang lebih setara dan sejahtera," tegasnya.

Baca juga artikel terkait PEMBALUT WANITA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah