tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Arrmanatha Nasir atau Tata, mengatakan pemerintah Indonesia terus memantau situasi keamanan di Arab Saudi menyusul serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, sejak Sabtu (10/10/2026).
Tata menyebut sudah berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi sebab jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di sana cukup banyak.
“Kami tentunya terus memantau situasi di sana, ya. Kami sudah menyampaikan kepada pihak Saudi dan pihak negara tetangga bahwa jumlah WNI di sana cukup besar,” kata Tata kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Kamis (15/10/2026).
Tata mengatakan sejak terjadinya perang Iran dan Amerika Serikat, seluruh perwakilan Indonesia selalu siaga. Sehingga, laporan terus selalu disampaikan.
“Sejak terjadinya perang di Iran dan dengan Amerika beberapa bulan lalu, sejak itu ini, di Hormuz, seluruh perwakilan kita di sana itu pada siaga. Jadi laporan perkembangan selalu dilaporkan ke pusat dan kita berkoordinasi. Jadi itu kami terus memantau perkembangannya,” jelasnya.
Sebagai informasi, serangan kelompok Houthi terhadap Arab Saudi kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke arah Riyadh, ibu kota Arab Saudi.
Konflik Houthi dan Arab Saudi tidak dapat dipisahkan dari perang saudara Yaman yang berlangsung sejak 2014 dan keterlibatan militer Arab Saudi sejak tahun berikutnya.
Perseteruan tersebut semakin kompleks karena Houthi memiliki hubungan dengan Iran, sedangkan Arab Saudi mendukung pemerintah Yaman.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































