Menuju konten utama
Round Up

Menelusuri Pemicu Ledakan Pasar Cimanggis yang Tewaskan 2 Orang

Polisi menyita satu tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram beserta 18 unit kamera pengawas dari lokasi ledakan. Ledakan itu menewaskan dua orang.

Menelusuri Pemicu Ledakan Pasar Cimanggis yang Tewaskan 2 Orang
Proses olah TKP kebakaran pasar di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. (FOTO/Rayfahd Haykal)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dentuman keras mengejutkan para pedagang di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026) malam. Irfan, seorang pedagang bumbu yang berjualan di bagian belakang pasar, mengaku mendengar jelas suara dentuman tersebut.

"Suaranya itu memang benar-benar kencang," kata Irfan saat dihubungi Tirto.

Ia menyebut ledakan terjadi sesudah magrib. Hingga kini, kata Irfan, belum ada kejelasan soal penyebabnya.

Kepolisian menyita satu tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram beserta 18 unit kamera pengawas (CCTV) dari lokasi ledakan tersebut. Ledakan itu menewaskan dua orang dan melukai 11 orang lainnya, serta merusak empat bangunan ruko beserta sejumlah sepeda motor yang terparkir di sekitarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Imran Ermawan, mengatakan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara gabungan bersama Polres Tangerang Selatan, Bareskrim Polri, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan.

"Hari ini kami melakukan olah TKP yang kedua setelah kemarin kejadian 18.15 kami olah TKP pertama malam tidak bisa dilanjutkan," kata Imran.

Ia menjelaskan tim Penjinak Bom (Jibom) telah melakukan sterilisasi lokasi dan tidak menemukan barang berupa bom atau bahan peledak. Dari olah TKP gabungan, polisi juga menyita sejumlah unit CCTV dari berbagai sudut lokasi, termasuk decoder-nya, untuk ditelusuri lebih lanjut.

"Olah TKP yang kedua kami mengumpulkan beberapa CCTV di beberapa sudut termasuk di lokasi termasuk dari decoder-nya. Kurang lebih ada 18," ujarnya.

Empat Bangunan Hancur, Motor Ikut Rusak Terkena Dampak Ledakan

Kebakaran di Pasar Cimanggis Tangsel

Proses olah TKP kebakaran pasar di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. (FOTO/Rayfahd Haykal)

Berdasarkan hasil olah TKP, polisi mencatat total empat bangunan ruko mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut, belum termasuk bedeng yang berada di bagian depan lokasi. Titik kerusakan terparah berada di ruko nomor 29 berwarna krem, yang berada tepat di tengah deretan bangunan yang terdampak.

"Empat ya, empat gedung. Di luar yang bedeng depan itu, di luar yang bedeng," kata Imran menjawab pertanyaan wartawan soal jumlah total bangunan yang rusak.

Seorang pedagang sayur yang memiliki lapak dagangan tepat di belakang lokasi ledakan menceritakan dentuman ledakan terdengar sangat keras hingga menjebol tiga tembok dan rolling door di sekitarnya. Ia mengaku lapaknya ikut terdampak.

Ia menambahkan dua unit mobil yang berada di sekitar lokasi turut terlempar akibat ledakan tersebut, sementara sejumlah sepeda motor milik pedagang dan pengunjung pasar juga ikut rusak.

"Sebab yang ada penghuninya itu memang kejadian dari sini dan paling parah itu yang ke depan, yang paling parahnya itu sampai dua mobil mental kena," ujarnya.

Irfan juga menceritakan suasana mencekam usai ledakan terjadi. Ia menyebut sejumlah pedagang lain berhamburan menyelamatkan diri, sementara ada pula yang berteriak meminta pertolongan karena terkena dampak ledakan.

"Ya ada yang lari berhamburan, ada yang juga yang minta tolong juga. Yang belakang ini nih minta tolong juga. Tapi dia kena, salah satunya kena juga," kata Irfan.

Kondisi pasar saat ledakan terjadi, kata Irfan, relatif masih sepi karena berlangsung tepat sesudah waktu magrib, berbeda dengan kondisi pasar yang biasanya ramai pada pagi hingga siang hari atau setelah waktu isya.

"Kondisi pasar lagi enggak ramai, Pak, di jam itu kebetulan masih sepi habis magrib. Mungkin kalau seandainya itu jam 09.00 itu sudah ramai pasar sini," ujarnya.

Imran menambahkan kondisi bangunan di lokasi ledakan saat ini sudah mulai miring, sehingga tim gabungan mempercepat proses olah TKP demi menghindari risiko ambruknya bangunan saat proses penyelidikan masih berlangsung.

"Gedungnya sudah bertambah miring. Makanya kami gabungan ini mempercepat olah TKP karena menghindari hal yang tidak diinginkan, termasuk BPBD hadir mengevaluasi beberapa tempat di sekitar," katanya.

Polisi Selidiki Instalasi Listrik dan Dinamo Fan Pemicu Ledakan

Kebakaran di Pasar Cimanggis Tangsel

Proses olah TKP kebakaran pasar di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. (FOTO/Rayfahd Haykal)

Kepala Bidang Balistik Metalurgi dan Forensik (Balmetfor) Puslabfor Mabes Polri, AKBP Zakaria Sembiring, menjelaskan temuan tabung gas etilen tersebut berasal dari sebuah ruangan refining yang berfungsi untuk mematangkan buah pisang secara merata dan cepat.

"Kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 50 kg, yaitu tabung gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan-potongan selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke dalam namanya ruangan refining. Refining ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata," kata Zakaria.

Ia menambahkan, tim forensik juga menemukan satu unit dinamo yang diduga berasal dari kipas angin (fan) yang telah rusak dan pecah di lokasi kejadian. Namun, ia menegaskan pihaknya belum bisa memastikan apakah dinamo tersebut menjadi penyebab pasti ledakan.

"Kami juga menemukan ada satu buah dinamo. Dinamo itu kemungkinan dari fan yang sudah terpecah di situ, yang sudah rusak yang ada di situ. Jadi penyebabnya nanti kami akan teliti lagi apakah memang dari alat-alat ini. Tapi yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam suatu ruangan refining untuk mematangkan buah pisang itu," ujarnya.

Zakaria menegaskan seluruh peralatan yang ditemukan di lokasi, termasuk tabung gas etilen dan instalasi refining, berstatus legal dan lazim dimiliki oleh pelaku usaha di bidang pematangan buah.

"Semua legal. Semua legal. Tidak ada yang bilang ilegal. Semua legal dan itu memang biasa dimiliki oleh orang-orang yang usahanya memang adalah usaha refining," katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan penyebab pasti ledakan, Zakaria menegaskan pihaknya belum berani berhipotesis sebelum hasil pemeriksaan forensik terhadap instalasi listrik dan komponen dinamo rampung dilakukan.

"Kita enggak berani berhipotesa karena kalau forensik itu dia harus real. Nanti kita akan mungkin periksa dari segi instalasi listriknya, kemudian komponen dari dinamo itu sendiri. Biasanya kalau dinamonya itu sudah memang ada kerusakan bisa menimbulkan percikan api, berarti seharusnya dia ada kerusakan. Tapi kalau nanti masih bagus, dari faktor lain. Makanya kita harus teliti lagi lebih dalamnya," ujarnya.

Zakaria menambahkan pihaknya masih mencari sejumlah komponen tambahan di lokasi, seperti regulator gas, untuk melengkapi proses penyelidikan.

"Ada beberapa yang kita masih cari di situ seperti regulator gas dan lain-lain, kita masih terus upayakan cari seharian ini," kata Imran menambahkan.

Imran mengatakan meski tim Jibom tidak menemukan indikasi bahan peledak di lokasi, penyidik tetap mendalami kemungkinan unsur kesengajaan di balik peristiwa tersebut melalui pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk penambahan saksi kunci yang baru diperiksa pada hari kedua olah TKP.

"Ada penambahan saksi kunci, salah satunya yang rekan-rekan lihat tadi di belakang akan kami dalami lagi. Kemudian, kami juga akan mendalami yang sudah disampaikan tadi, walaupun mohon maaf belum ditemukan bahan peledak, kami akan memperdalam apakah ini suatu unsur yang disengaja atau tidak disengaja," katanya.

Imran menambahkan pemilik toko yang menjadi lokasi ledakan belum dapat diperiksa karena yang bersangkutan menjadi salah satu korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Pemilik toko lagi proses karena ada yang meninggal. Kondisinya itu kan salah satu korban itu salah satu pemilik toko," ujarnya.

Berdasarkan keterangan pedagang sayur dan Irfan, dua korban yang meninggal dunia dalam insiden ini adalah karyawan toko jamu dan pemilik usaha gudang tempat ledakan terjadi, sementara pemilik toko jamu yang turut terdampak ledakan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi Bantah Ledakan Ruko Pasar Cimanggis Tidak Terkait MBG

Kebakaran di Pasar Cimanggis Tangsel

Proses olah TKP kebakaran pasar di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. (FOTO/Rayfahd Haykal)

Menjawab pertanyaan wartawan soal kaitan lokasi ledakan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Imran menegaskan bangunan tempat ledakan terjadi merupakan tempat usaha pribadi, bukan fasilitas yang terhubung langsung dengan program pemerintah tersebut, meski sebelumnya sempat beredar dugaan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai gudang logistik MBG.

"Bukan. Intinya kan dia berjualan ya. Jadi mohon maaf untuk MBG-nya tidak terkait ini. Ibaratnya kan bisnis dia jualan," kata Imran.

Ia menambahkan, pihaknya juga belum dapat memastikan apakah buah pisang yang diproses di lokasi refining tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan Program MBG atau kebutuhan komersial lain.

"Belum tahu. Belum tahu ya? Belum tahu," ujarnya saat ditanya soal peruntukan buah pisang yang diproses di lokasi ledakan.

Sejumlah warga dan pedagang di sekitar lokasi sebelumnya mengaku tidak mengetahui secara pasti fungsi bangunan yang meledak tersebut, meski kerap melihat mobil operasional MBG terparkir di depan lokasi setiap harinya.

"Saya tahu pun karena ada kejadian. Saya enggak tahu sama sekali kalau itu gudang MBG. Yang satu memang ada mobil MBG depan tiap hari. Cuman saya enggak tahu kalau ini tuh gudangnya punya MBG," kata pedagang sayur tersebut.

Hingga kini, polisi masih melanjutkan proses olah TKP untuk melengkapi barang bukti dan memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.

Baca juga artikel terkait LEDAKAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Rayfahd Haykal

tirto.id - News Plus
Reporter: Muhammad Rayfahd Haykal
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama