Retno Lestari Priansari Marsudi

Retno Lestari Priansari Marsudi

timeter overall

+33
Lahir
Semarang, 27/11/1962
Profesi
Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri republik Indonesia (1986-)
Karier
  • Sekretaris satu bidang ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda (1997-2001)
  • Direktur Eropa dan Amerika Departemen Luar Negeri republik Indonesia (2001-2003)
  • Direktur Eropa Barat Departemen Luar Negeri republik Indonesia (2003-2005)
  • Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia Departemen Luar Negeri republik Indonesia (2005-)
  • Direktur Jenderal Eropa dan Amerika, Departemen Luar Negeri republik Indonesia (-2012)
  • Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda Departemen Luar Negeri republik Indonesia (2012-)
  • Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri republik Indonesia (1986-)
Pendidikan
  • SMA Negeri 3 Semarang (-)
  • S1 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (-)
  • S2 Hukum Uni Eropa, Haagse Hogeschool, Belanda (-)
  • Studi hak asasi manusia di Universitas Oslo (-)
Kegiatan Lain
  • Anggota Tim Pencari Fakta Pembunuhan Munir (-)

Diplomat karir, begitulah sebutan yang cocok untuk disematkan kepada Retno Lestari Priansari Marsudi. Sosok menteri ini telah mengenyam asam-garam dunia diplomasi dari tangga terendah hingga mencapai tingkat tertinggi sebagai Menlu RI. Berbagai posisi telah dijabatnya, mulai dari staf di tingkat terendah hingga mencapai posisi tertinggi dalam dunia hubungan internasional Indonesia.
Retno Lestari Priansari Marsudi lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 27 November 1962. Ia menjadi semakin populer setelah diangkat menjadi Menteri Luar Negeri pertama RI pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo tahun 2014 - 2019.
Wanita berzodiak Sagitarius ini menempuh pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Semarang dan merupakan alumni Hubungan Internasional di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Retno merintis kariernya sejak tahun 1986 dengan menjadi staf di Biro Analisa dan Evaluasi untuk kerjasama ASEAN.
Ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris satu bidang ekonomi di Kedutaan Besar RI di Den Haag, Belanda pada tahun 1997 sampai 2001. Setelahnya, karier Retno mulai meningkat dengan menduduki kursi Direktur Eropa dan Amerika pada tahun 2001 dan Direktur Eropa Barat pada tahun 2003.
Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Retno mulai mendapatkan peran strategis untuk menjaga citra Indonesia di mata dunia serta menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara di Eropa dan Amerika.
Retno diangkat menjadi Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia pada tahun 2005. Selanjutnya, Retno menjabat sebagai Direktur Jenderal Eropa dan Amerika yang mengawasi hubungan Indonesia dengan 82 negara di Eropa dan Amerika. Jabatan terakhirnya sebelum menjadi menteri adalah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda pada tahun 2012. Retno memiliki kedekatan tersendiri dengan Belanda mengingat dulu dia juga mendapatkan gelar magister di Haagse Hoge School di negara ini.
Ibu dari dua orang putra ini juga pernah mempelajari studi hak asasi manusia di Universitas Oslo. Perhatiannya terhadap hak asasi manusia juga ditunjukkan dengan bergabungnya Retno dalam Tim Pencari fakta pembunuhan Munir said Thalib pada tahun 2004.
Retno pernah berkesempatan memimpin berbagai negosiasi multilateral dan konsultasi bilateral dengan Uni Eropa, ASEM, dan FEALAC. Prestasi lain yang pernah diterima Retno adalah penghargaan Order of Merit dari Raja Norwegia pada Desember 2011.
Wanita yang lebih dikenal sebagai Retno Marsudi ini menikah dengan seorang arsitek bernama Agus Marsudi dan dikaruniai dua orang putra bernama Dyota Marsudi dan Bagas Marsudi.