tirto.id - Seorang anak penyandang difabel (Down Syndrome) berinisial Z, diduga mengalami perundungan yang dilakukan oleh tetangganya di kawasan Jalan Tambak Medokan Ayu XI G, Rungkut, Surabaya, Jawa Timur. Kejadian pilu ini terjadi saat Selaras Abdul, ayah korban, sedang istirahat di dalam rumah sementara istrinya, Nurul Fadilah, sedang berjualan di pasar.
Laras menyampaikan pada sekitar pukul 09.20 WIB, istrinya pulang dari pasar dan mendapati sang anak dalam kondisi tragis, Z tergeletak di teras rumah dengan kondisi leher terikat tali sepatu. Kejadian ini sontak membuat Laras terkaget dan bergegas ke depan untuk memastikan apa yang terjadi.
“Tiba-tiba istri saya berteriak, bi anake biru, anaknya wis biru,” kata Laras saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (17/10/2026).
Tidak hanya itu, saat melepaskan jeratan di leher korban, kata Laras, ia menemukan bercak sabun colek membekas di mulut korban.
“Di mulutnya juga ada bekas putih seperti sabun colek,” tambahnya.
Seketika Laras segera bergegas untuk membawa Z ke rumah sakit RSUD Eka Candrarini untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, nyawa korban tidak tertolong.
Menindaklanjuti kejadian ini, Laras kemudian mengecek CCTV kampung. Dari hasil CCTV tersebut, ditemukan dua anak yakni, F (8) dan K (10) masuk ke dalam rumah Z pada pukul 08.15 WIB.
“Mereka anak kampung sini. Yang satu, satu gang dengan saya, satunya lagi gang sebelah,” ungkapnya.
Dari rekaman tersebut Laras menyimpulkan bahwa kedua anak itu lah yang menganiaya anaknya. Selain itu, Laras sempat menanyakan keterangan terkait ini kepada orang tua terduga pelaku. Namun respons dari orang tua tersebut saling menyalahkan satu sama lain.
“Ibu dari F bilang kalau F diajak oleh K. Sebaliknya, ayah K bilang kalau diajak oleh F,” tuturnya.
Laras mengatakan, korban mengalami perundungan bukan hanya kali ini. Seminggu sebelumnya, Z pernah mengalami kejadian serupa.
“Saya melihat ada tali tampar sepanjang satu meter di pundak anak saya. Sebulan sebelumnya, muka dan seluruh tubuh anak saya juga penuh dengan pasir,” imbuhnya.
Dari kejadian ini, Laras sudah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya. Satu anak berinisial K telah ditetapkan menjadi tersangka, sedangkan F tidak. Laras menduga F tidak ditetapkan sebagai tersangka karena merupakan anak asuh RT setempat.
Sementara itu, dari hasil otopsi terdapat cairan sabun colek di perut korban. “Hasil sementara yang disampaikan kepada istri saya, terdapat cairan sabun colek di dalam perut anak saya,” tuturnya.
Penulis: Muhammad Irvan Aditya Sudarwanto
Editor: Anggun P Situmorang
Masuk tirto.id


































