Menuju konten utama

Kemenkeu Resmikan Perpustakaan Soemitro Djojohadikoesoemo

Perpustakaan Kemenkeu yang baru di Gedung AA Maramis adalah penggabungan dari 7 perpustakaan.

Kemenkeu Resmikan Perpustakaan Soemitro Djojohadikoesoemo
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara meresmikan perpustakaan baru Kemenkeu di Gedung AA Maramis yang dinamai Perpustakaan Soemitro Djojohadikoesoemo. (Foto. Kemenkeu/Hafizh Muhammad Rasyid).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja meresmikan perpustakaan baru di Gedung AA Maramis yang disematkan nama mantan Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus ayah Presiden Prabowo Subianto, Soemitro Djojohadikoesoemo. Peresmian perpustakaan itu dipimpin langsung oleh Menkeu Suahasil Nazara dan bertepatan dengan upacara memperingati Hari Oeang ke-80, Jumat (30/10/2026).

Suahasil menyampaikan perpustakaan perlu menjadi ruang belajar yang menyajikan pengetahuan melalui media visual agar menarik dan mudah dipahami pengunjung. Selain itu, perpustakaan juga perlu memanfaatkan teknologi sebagai wahana transformasi serta integrasi antara koleksi konvensional dan digital di luar lokasi penyimpanan koleksi fisik.

“Saya minta nanti teman-teman yang menjadi punggawa dari perpustakaan ini memikirkan bagaimana cara dengan Pak Sekjen, sehingga kalau orang datang ke sini, dia sebenarnya tidak hanya terbatas penglihatannya kepada benda fisik yang ada di sini, tetapi sesungguhnya dia masuk ke dalam suatu memori kolektif yang ada di dunia fisik maupun ada secara virtual,” kata Suahasil, dikutip dari portal daring Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Jumat (06/11/2026).

Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti, menjelaskan saat ini koleksi perpustakaan meningkat dari 9.145 menjadi 22.975 koleksi. Dia merinci koleksi itu terkait tugas Kemenkeu sebanyak 8.376 koleksi (36,46 persen), leisure 5.933 koleksi (25,82 persen), dan pengetahuan umum 8.666 koleksi (37,72 persen). Keseluruhan jumlah koleksi itu merupakan hasil pengumpulan dari tujuh perpustakaan Kemenkeu.

Terakhir, Astrea memberikan bocoran isi perpustakaan Kemenkeu yang bukan hanya koleksi umum, tetapi juga menyimpan aset bersejarah tentang pemikiran serta kebijakan keuangan Indonesia. Ditambah sejumlah keluarga mantan Menkeu turut menyerahkan koleksi mereka untuk dikelola perpustakaan.

“Terima kasih kepada keluarga para tokoh atas kepercayaan yang diberikan. Warisan intelektual ini menjaga memori institusi sekaligus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi penerus Kementerian Keuangan,“ tutup Astera.

Sebagai informasi, perpustakaan Kemenkeu awalnya berlokasi di Gedung Djuanda I. Adapun proses perencanaan, renovasi, dan pemindahan sudah berlangsung sejak November 2025. Dalam tahapan pemindahan ke Gedung AA Maramis dilibatkan pula para ahli cagar budaya supaya nilai sejarah serta orisinalitas bangunan tetap terjaga.

Baca juga artikel terkait KEMENKEU atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Fadrik Aziz Firdausi