tirto.id - Belum seminggu, setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan cara dramatis di babak adu penalti, publik sepak bola Thailand kembali dibuat terluka oleh klub-klub Indonesia. Pada Kamis (8/10/2026), malam, Persib Bandung sukses mengalahkan Port FC di kandangnya sendiri dengan skor 1-3.
Kemenangan Persib Bandung atas Port FC pun tidak kalah menyakitkan, terutama untuk publik tuan rumah. Bertanding di Stadion Thammasat, Pathum Thani, Thailand, Port FC sempat unggul lebih dulu lewat penalti Jude Soonsup-Bell di menit 65.
Ketika pendukung tuan rumah mulai percaya akan meraih kemenangan pertama di ASEAN Club Championship 2026/2027, Persib membuat keajaiban jelang laga bubar. Mariano Peralta mencetak brace, ditambah 1 gol Berguinho memastikan comeback Maung Bandung. Hebatnya lagi, 3 gol tersebut dicetak dalam tempo kurang dari 10 menit.
Kekalahan Port FC atas Persib Bandung juga seolah mempertegas dominasi Thailand di sepak bola Asia Tenggara, sudah mulai digeser oleh Indonesia. Apalagi, sehari sebelumnya jawara Thai League, Buriram United dibuat buntu oleh Borneo FC. Laga itu pun berakhir dengan skor 0-0.
Kemenangan Pertama Persib atas Port FC
Sebelum mengalahkan Port FC 1-3 di ASEAN Club Championship 2026/2027, rekor Persib Bandung melawan klub berjuluk Singha Chao Tha adalah 2 kali kalah dan 1 kali seri. Lebih jauh lagi, klub-klub Indonesia kerap kesulitan saat menghadapi wakil Thailand di berbagai ajang, termasuk Persib yang musim lalu disingkirkan Ratchaburi di babak 8 besar ACL Two Wilayah Timur.
Walau begitu, Persib Bandung datang ke Pathum Thani, markas Port FC dengan percaya diri. Terutama Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen yang baru memperkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Keduanya mengangkat piala setelah mengalahkan Thailand di final.
Thom Haye masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua dan berperan penting dalam proses gol ke-2 Persib yang dicetak Berguinho. Sementara Ragnar, hanya duduk di bench sepanjang laga Port FC vs Persib.

Sepanjang laga, Port FC lebih banyak menguasai pertandingan. Namun, dari segi efektivitas, Persib lebih baik. Maung Bandung setidaknya membuat 4 big chance, dengan 3 di antaranya berbuah gol, sedangkan Port FC memiliki 2 big chance dan hanya mencetak 1 gol via tendangan penalti.
Kapten Persib Bandung, Marck Klok pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraan setelah timnya menang 1-3 di kandang Port FC. Menurutnya, seluruh pemain tampil luar biasa sehingga Maung Bandung mampu membalikkan keadaan dalam waktu singkat.
"Satu lagi remontada di Asia! Ini mulai menjadi hal biasa bagi Persib untuk bangkit, tetapi performa seluruh tim memang luar biasa. Pemain yang tampil sejak awal, maupun pemain pengganti menyelesaikan pertandingan," tutur Mark Anthony Klok seperti dikutip dari laman resmi Persib Bandung.
Sementara itu, bagi Port FC kekalahan dari Persib Bandung membuat mereka belum bisa memutus kekalahan beruntun yang dialami. Port FC sebelumnya kalah dari Sukhothai 2-1 di Thai League, dan 1-2 dari Vissel Kobe di Liga Champions Asia Elite.
Manuel Tom Bihr, bek Port FC yang juga membela Timnas Thailand saat kalah dari Indonesia di final FIFA ASEAN Cup 2026 pun mengungkapkan kekecewaannya. Walau begitu, dia belajar banyak dari laga melawan Indonesia dan Persib Bandung untuk tampil lebih baik lagi di kesempatan berikutnya.
"Kami mengambil hal positif [dari kekalahan melawan Persib Bandung], belajar dari kesalahan dan akan terus maju," tulis Bihr dalam unggahan di akun Instagram pribadinya @manueltombihr.
Unggahan Manuel Tom Bihr mendapat respon positif dari penggemar sepak bola di Indonesia, terutama Bobotoh. Hingga artikel ini ditulis, setidaknya sudah lebih dari 35.000 orang memberi suka terhadap postingan Bihr, dan lebih dari 3000 komentar.
Dua kali kalah dari Indonesia dalam waktu kurang dari sepekan jadi pengalaman yang tidak biasa untuk Manuel Bihr dan pemain Timnas Thailand lainnya yang memperkuat Port FC. Terlebih, mereka memiliki rekor yang cukup bagus saat menghadapi Timnas Indonesia, maupun klub Indonesia.
Setidaknya, ada 5 pemain yang merasakan 2 momen kekalahan tersebut. Selain Bihr, ada juga Seksan Ratree, Peeradol Chamrasamee, Teerasak Peiphimai, dan Jude Soonsup-Bell yang juga 2 kali kalah di Timnas Thailand dan Port FC. Sementara itu, Suphanan Bureerat dan Chaiyaphon Otton tidak masuk skuad Port FC saat kalah dari Persib Bandung karena dalam pemulihan cedera.
Di sisi lain, kemenangan Persib Bandung atas Port FC seolah menunjukkan level sepak bola Indonesia mulai mampu menggeser Thailand di Asia Tenggara. Setelah Timnas Indonesia memutus dominasi Thailand di ASEAN dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026, giliran klub-klub Indonesia yang meraih hasil bagus di ASEAN Club Championship 2026/2027 atau Shopee Cup.
FIFA ASEAN Cup 2026, Persib dan Luka Sepak Bola Thailand
Matchday 1 ASEAN Club Championship 2026/2027 benar-benar tidak berpihak untuk tim-tim Thailand. Buriram United, Ratchaburi dan Port FC, semuanya membuka kejuaraan yang memiliki nama lain Shopee Cup itu dengan menggelar laga kandang, tetapi tidak ada satu klub Thailand pun yang berhasil meraih kemenangan.
Buriram United ditahan imbang Borneo FC 0-0, Ratchaburi FC nyaris kalah dari Cong An Ho Chi Minh, sebelum gol Scott Allardyce di injury time memaksa laga berakhir 1-1. Lalu Port FC, terkena remontada oleh Persib 1-3. Kekalahan Timnas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026, seolah menular kepada klub-klub mereka yang bertanding di ajang antarklub Asia Tenggara.
Timnas Indonesia sendiri akhirnya berhasil menjuarai turnamen resmi setelah 35 tahun. Momen itu terjadi di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah Garuda mengalahkan Thailand dengan adu penalti. Hasil itu sekaligus menjadi kemenangan pertama Indonesia di laga final melawan Thailand, setelah 4 kali tumbang di final Piala AFF atas lawan yang sama.
Gelar juara yang disambut suka cita oleh Timnas Indonesia, tidak dipungkiri menyisakan kepedihan untuk Thailand. Mereka yang berjuang habis-habisan dengan 10 pemain, pada akhirnya harus mengakui keunggulan tuan rumah lewat adu penalti.
Ekspresi kekecewaan pemain Thailand tergambar jelas dalam prosesi penyerahan medali. Banyak di antara mereka menunjukkan wajah murung, bahkan Manuel Bihr, langsung nyelonong tanpa sempat bersalaman dengan Presiden Prabowo. Videonya kemudian menyebar luas di media sosial, sampai-sampai Olga Bihr, istri Manuel Bihr memberikan klarifikasi atas tindakan suaminya.
Rasa frustasi dikalahkan Timnas Indonesia pun merambat ke klub, saat Bihr yang membela Port FC menghadapi Persib Bandung. Setelah bermain cukup bagus di hampir sepanjang laga dan membantu timnya unggul 1-0, Bihr melakukan pelanggaran dan mendapat kartu kuning di menit 85. Semenit berselang, dia telat menutup ruang tembak Mariano Peralta yang sukses menyamakan skor.
Setelah kebobolan, permainan Port FC langsung kacau. Mereka kebobolan 2 gol lagi di injury time melalui sepakan Berguinho, ditutup gol kedua Mariano Peralta. Skor 1-3 pun mengakhir pertandingan Port FC vs Persib Bandung di matchday pertama ASEAN Club Championship 2026/2027.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id
































