Menuju konten utama

Keliru, Video Pidato Prabowo Sebut Kode Keras Agar Gibran Mundur

Momen itu adalah saat Prabowo berpidato dalam HUT ke-28 PAN di JCC pada Jumat (18/09/2026). Tidak ada pernyataan Prabowo di situ yang meminta Gibran mundur.

Keliru, Video Pidato Prabowo Sebut Kode Keras Agar Gibran Mundur
Header Periksa Fakta Kode Keras dari Prabowo ke Gibran. tirto.id/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar video di media sosial mengklaim Presiden Prabowo Subianto memberikan kode keras kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar mengundurkan diri, disertai narasi “kalau punya malu, sebaiknya mengundurkan diri”.

Video tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Mulkhan Zabarian” (arsip) dalam obrolan grup “Relawan anis tangerang raya,” pada Minggu (11/10/2026). Unggahan tersebut menampilkan Prabowo tengah berpidato dan pada bagian bawah terdapat gambar tangan menunjuk pada foto Gibran disertai narasi, “KODE KERAS SANG PRESIDEN.”

“Sebelum diusir, dia harus turun. Tapi begini ya, seorang pemimpin harus bisa merasakan getaran hati rakyat. Betul? Saya merasakan getaran hati kalian ini. Bener ya? Jujur? Jujur? Sudahlah, saya sudah tahu itu. Pemimpin harus mengerti, sebelum diusir, dia harus turun. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.” Begitu narasi diucapkan Prabowo dalam video.

Pengunggah juga menuliskan keterangan, “WARNING...‼️‼️‼️‼️kalau punya MALU...sebaiknya mengundurkan DIRI ‼️‼️” disertai tagar #Gibran #tak_punya_Izajah/IJASAH #reelfb.

Sampai artikel ini ditulis pada Kamis (15/10/2026), unggahan video tersebut telah mendapatkan 2,2 ribu tanda suka, 557 komentar, 428 kali dibagikan, dan 77 ribu tayangan. Unggahan dengan klaim serupa juga ditemukan pada akun "Ababubu Sean", dan "Donni Cry".

Lantas, benarkah Prabowo memberikan kode keras agar Gibran mundur seperti pada video tersebut?

Periksa Fakta Kode Keras dari Prabowo ke Gibran

Periksa Fakta Kode Keras dari Prabowo ke Gibran.

Penelusuran Fakta

Untuk memeriksa kebenaran klaim, Tirto mulanya melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) dengan menggunakan mesin pencarian Google. Hasil penelusuran, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Tirto justru diarahkan pada YouTube KompasTV yang menampilkan video identik menunjukkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato pada acara peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 18 September 2026.

Dalam video tersebut ditemukan narasi serupa pada menit ke 54.28. Prabowo memang menyebutkan seorang pemimpin harus paham kapan waktunya untuk turun sebelum diusir. Ucapan Prabowo itu disambut tawa dan tepuk tangan peserta. Namun, potongan pernyataan Prabowo mengenai kata “jujur” perlu dilihat dalam konteks pidato aslinya agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru.

Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung para pakar yang menurutnya telah melontarkan fitnah terhadap dirinya, sekaligus menekankan pentingnya kejujuran intelektual bagi seorang pakar atau cendekiawan.

Prabowo mengatakan, “Ada beberapa pakar, saking pakarnya dia melontarkan fitnah saudara-saudara,” sebelum menyampaikan bahwa ia memilih mencatat pernyataan tersebut dan bersedia memaafkan pihak yang bersangkutan apabila menyadari kesalahannya.

Konteks tersebut menunjukkan bahwa pernyataan Prabowo mengenai kejujuran disampaikan dalam pembahasan tentang kritik terhadap dirinya dan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat, bukan sebagai pernyataan yang meminta Gibran mengundurkan diri.

Melansir ANTARA, memang, Gibran turut menghadiri peringatan HUT ke-28 PAN tersebut, tetapi fakta kehadiran Gibran tidak membuktikan bahwa pernyataan Prabowo mengenai kejujuran intelektual ditujukan kepada Gibran. Selain itu, Prabowo tidak menyebut nama Gibran sebagai pihak yang dimaksud ketika mengkritik sejumlah pakar.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa orang yang memiliki kepintaran dan kepakaran harus menjunjung kejujuran intelektual atau intellectual honesty.

Fakta lainnya, pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian pidato yang membahas cita-cita Prabowo untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memastikan anak-anak Indonesia tidak mengalami kelaparan dan kekurangan gizi.

Menurut detikNews, Prabowo bahkan menyatakan sumpah demi kesejahteraan Indonesia. “Saya bersumpah untuk lihat Indonesia sejahtera itu sumpah saya,” ketika menegaskan komitmennya terhadap kesejahteraan rakyat.

Prabowo menyatakan siap untuk mengabdikan hidupnya untuk Indonesia agar menjadi negara yang terhormat dan rakyatnya hidup sejahtera. Dengan demikian, konteks pidato Prabowo ketika itu lebih berkaitan dengan kritiknya terhadap sejumlah pakar.

Selain itu, ucapan Prabowo yang mengatakan, "Seorang pemimpin harus bisa merasakan getaran hati rakyat. Saya merasakan getaran hati kalian ini, kalian sudah agak capek dengar gue ngomong," ujar Prabowo. "Benar ya, jujur, sudahlah gue sudah tahu. Lo enggak enak sama gue aja, iya kan? tapi lo udah capek. Jadi pemimpin harus ngerti, sebelum diusir dia harus turun," faktanya adalah semacam kelakar atau candaan untuk mencairkan suasana sebelum menutup pidatonya yang berdurasi hampir satu jam, di acara HUT ke-28 PAN di JCC, Senayan pada 18 September 2026.

Dalam pidato Prabowo di HUT ke-28 PAN di JCC tersebut, tidak ditemukan kata-kata atau pernyataan Prabowo yang menyatakan atau memberi semacam "kode keras" agar Gibran mundur dari jabatannya sebagai Wakil Presiden.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa pidato Prabowo memberikan “kode keras” agar Gibran mengundurkan diri adalah informasi yang tidak utuh dan perlu diluruskan karena kehilangan konteks (missing context).

Momen yang direkam dalam video yang viral itu adalah saat Prabowo berpidato dalam pada HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada 18 September 2026.

Dalam pidato itu Prabowo membahas kritik terhadap sejumlah pakar, kejujuran intelektual, dan komitmen terhadap kesejahteraan rakyat. Dalam pidato itu, Prabowo tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang meminta Gibran mundur.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PRABOWO atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto