Menuju konten utama

Helikopter TNI Jatuh, Kemenhub: Penerbangan Perintis Aman

Kemenhub pastikan layanan penerbangan perintis aman selama proses evakuasi heli water bombing TNI AD yang jatuh saat penanganan karhutla.

Helikopter TNI Jatuh, Kemenhub: Penerbangan Perintis Aman
Ilustrasi - Helikopter TNI AD jenis MI-17. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/nym/pri.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pelayanan penerbangan perintis di Bandar Udara Kuala Pembuang tetap berjalan aman dan normal, di tengah proses evakuasi kecelakaan helikopter Mi-17V5 dengan registrasi HA-5235 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh saat menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis (5/11/2026).

"Selain mendukung proses evakuasi, kami juga memastikan kesiapan fasilitas dan pelayanan di Bandar Udara Kuala Pembuang agar penanganan kejadian dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan pelayanan penerbangan kepada masyarakat," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, dalam rilis pers, Kamis (05/11/2026).

Lukman melanjutkan, hingga hari ini proses evakuasi korban kecelakaan masih terus berlangsung. Ia menerangkan, 1 jenazah telah berhasil dievakuasi ke RSUD Kuala Pembuang, sedangkan 1 jenazah lain masih dalam proses evakuasi.

Kemudian, dua jenazah yang telah ditangani juga sudah diterbangkan ke Semarang. Penerbangan jenazah dilakukan melalui Bandar Udara Kuala Pembuang menggunakan pesawat CASA 212 milik TNI AD.

Dua personel TNI yang gugur di Kalimantan Tengah

Dua personel TNI yang gugur di Kalimantan Tengah yakni Mayor CPN Dudi dan Lettu CPN Hafiz ANTARA/Ho-tangkapan layar akun instagram @puspentni

Sejauh ini, turut dilakukan penyesuaian alur posisi parkir pesawat agar proses penanganan jenazah dapat berjalan lancar. Selain itu, hal ini dimaksudkan supaya tidak mengganggu penerbang perintis di bandara tersebut.

Terakhir, Lukman meminta masyarakat menunggu informasi lebih lanjut dari instansi resmi mengenai kondisi korban, perkembangan evakuasi, serta penyebab kecelakaan helikopter. Ia menekankan masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan informasi hanya melalui kanal resmi.

"Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan informasi melalui sumber resmi," tutup Lukman.

Baca juga artikel terkait DAMPAK KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Siti Fatimah