Menuju konten utama

Rosan Klaim Singapura Tetap Investasi di Indonesia usai Karhutla

Menteri Investasi Rosan Roeslani memastikan Singapura tetap berkomitmen menanamkan modal di RI meski hubungan sempat memanas akibat kabut asap.

Rosan Klaim Singapura Tetap Investasi di Indonesia usai Karhutla
Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan keterangan usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10/2026). Rosan Roeslani menyampaikan realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5,48 juta orang. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa Singapura tetap berkomitmen penuh untuk menanamkan investasi di Indonesia. Kepastian ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran merenggangnya hubungan bilateral kedua negara akibat dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lintas batas.

Rosan mengungkap Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, berkomitmen untuk tetap berinvestasi di Indonesia.

"Kebetulan saya kemarin juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, Pak Vivian, dan menyampaikan bahwa komitmen untuk baik itu investasi maupun hal-hal lainnya itu tetap siap, tetap terbuka," ujar Rosan kepada awak media setelah menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) KADIN di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, Rosan menjelaskan pemerintah Indonesia dan Singapura sepakat memperkuat koordinasi serta kerja sama bilateral yang telah terjalin selama ini. Langkah penguatan ini dilakukan guna mendorong peningkatan arus penanaman modal dan aktivitas ekonomi di antara kedua negara secara berkelanjutan.

"Kita juga akan lebih memperkuat lagi dalam rangka koordinasi, kerja sama, agar peningkatan baik dari konteks ekonomi maupun investasi ini bisa makin meningkat," kata Rosan.

Rosan memastikan pemerintah Indonesia siap mendengarkan berbagai pandangan dan masukan dari negara tetangga. Komunikasi dua arah dinilai sangat krusial agar setiap peluang kolaborasi dapat dieksekusi dengan efektif serta memberikan manfaat pertumbuhan yang merata di kawasan regional.

"Saya pun terbuka berbicara untuk mendapatkan masukan, feedback juga dari pihak mereka, dan dari kita pun memberikan masukan juga apa yang kita bisa kolaborasikan bersama agar kepentingan dari baik Indonesia dan negara tetangga-tetangga ini bisa lebih rata meningkat ke depan," tutup Rosan.

Baca juga artikel terkait INDONESIA-SINGAPURA atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Siti Fatimah