Menuju konten utama

Singapura Ancam Putus Internet Indonesia? Ini Kata Menkomdigi

Menkomdigi Meutya Hafid angkat bicara soal isu Singapura mau putus internet RI. Menkomdigi ingatkan Singapura bisa lumpuh 80%.

Singapura Ancam Putus Internet Indonesia? Ini Kata Menkomdigi
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan sambutan saat pembukaan Bali Tech Week (BTW) 2026 di Sanur, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026). BTW 2026 menghimpun 13 kegiatan terkait teknologi pada 19–23 Oktober untuk memperkuat ekosistem digital, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespons santai ancaman mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang menyinggung soal pemutusan akses internet Indonesia. Meutya menegaskan, jika jalur kabel bawah laut tersebut diganggu, Singapura justru akan mengalami dampak kelumpuhan konektivitas yang jauh lebih besar hingga 80 persen.

"Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia," kata Meutya di akun Instagram pribadinya, dikutip dari ANTARA pada Rabu (28/10/2026).

Dengan demikian, apabila jalur kabel laut itu terganggu, Singapura justru akan mengalami dampak yang jauh lebih besar yakni 80 persen kapasitas konektivitasnya terancam lumpuh.

Ia juga menyinggung posisi tawar Indonesia yang memiliki jumlah penduduk 47 kali lipat lebih besar dari Singapura. Dengan jumlah pengguna internet yang sangat banyak, Meutya menilai Indonesia memiliki daya tarik bagi investor perusahaan teknologi global.

"Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura," katanya.

Meutya menekankan bahwa infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama demi kepentingan konektivitas global.

"Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global," tegasnya.

Awal Mula Isu Pemutusan Internet RI

Klaim mengenai besarnya ketergantungan internet Indonesia terhadap Singapura mengemuka lewat unggahan infografis di akun media sosial X @calvinelcheng milik Calvin Cheng pada Minggu (25/10/2026).

Infografis berjudul "Indonesia's Internet Dependence on Singapore" tersebut mengklaim bahwa sekitar 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia terhubung melalui Singapura.

Infrastruktur seperti pusat data, layanan komputasi awan (cloud), hingga kabel bawah laut menjadikan Singapura sebagai gerbang utama konektivitas global bagi Indonesia.

Menyertai infografis tersebut, Calvin melontarkan pertanyaan singkat berbunyi, "Cut?" atau "Potong?". Meski demikian, ia kemudian mengklarifikasi bahwa negaranya tidak akan mengambil langkah pemutusan jaringan tersebut.

"Kami adalah orang-orang beradab yang taat hukum. Tentu saja kami tidak akan melakukan hal ini," tulis Calvin dalam unggahannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik atas kebijakan Pemerintah Indonesia yang membatasi pasokan gas alam ke Singapura.

Hal ini dipertegas dengan komentar Calvin lainnya dalam unggahan tersebut yang menyinggung kepatuhan dan penghormatan terhadap perjanjian internasional mengenai suplai gas.

Baca juga artikel terkait INDONESIA-SINGAPURA

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah