tirto.id - Pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026 resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026). Pameran yang berlangsung 28 Oktober hingga 1 November 2026, di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif sekaligus memperluas peluang investasi dan kegiatan ekonomi di Sulawesi Selatan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, mengatakan industri otomotif memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, pembiayaan, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Karena itu, pertumbuhan industri otomotif dinilai dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk membuka peluang usaha dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Sulawesi Selatan sebagai salah satu gerbang kawasan Indonesia Timur memiliki potensi yang besar untuk menjadi pasar sekaligus pusat distribusi dan pengembangan industri otomotif," kata Andi dalam sambutan yang diwakili Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Suharna, pada pembukaan GIIAS Makassar 2026, Rabu (28/10/2026).
Menurut Andi, posisi Makassar sebagai pusat perdagangan dan konektivitas antardaerah menjadi modal penting untuk memperluas pasar kendaraan sekaligus menarik investasi di sektor otomotif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyambut perkembangan teknologi kendaraan yang lebih hemat energi dan rendah emisi. Namun, perkembangan tersebut perlu diikuti kesiapan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta kemampuan masyarakat beradaptasi dengan teknologi baru.
Andi berharap GIIAS Makassar 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi dan penjualan kendaraan, tetapi juga mempertemukan pelaku industri, konsumen, mitra usaha, dan pemerintah untuk memperkuat ekosistem otomotif di daerah.
"Semoga kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan sebuah kegiatan yang maju, produktif, inklusif, dan berdaya saing, serta mampu mengambil peran strategis dalam memperkuat ekonomi nasional," sambungnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, mengatakan Sulawesi Selatan merupakan salah satu pasar otomotif terbesar di Indonesia.
"Berdasarkan data penjualan kendaraan pada 2026, Sulawesi Selatan menempati peringkat ketujuh secara nasional dengan pangsa pasar sekitar 4 persen. Angka ini menunjukkan potensi yang kuat untuk Sulawesi Selatan dan kawasan timur Indonesia," ujar Setia.
Menurut Setia, potensi pasar tersebut perlu diikuti penguatan industri pendukung, mulai dari perluasan jaringan penjualan, layanan purnajual, pelatihan teknisi, hingga keterlibatan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dalam memasok komponen kendaraan.
Secara nasional, industri otomotif juga masih mencatatkan pertumbuhan. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan kendaraan secara wholesales mencapai sekitar 679 ribu unit atau tumbuh 21 persen. Sementara itu, penjualan secara retail meningkat 15,4 persen.
Kinerja ekspor kendaraan turut meningkat. Ekspor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) tercatat mencapai 371 ribu unit, tumbuh 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun ekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau completely knocked down (CKD) tumbuh 24,5 persen.
Setia menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan pasar domestik masih menjadi penopang utama industri otomotif nasional. Meski demikian, keberhasilan industri otomotif tidak cukup diukur dari jumlah kendaraan yang terjual, tetapi juga dari kemampuan industri dalam negeri memperkuat rantai pasok, mengembangkan komponen lokal, dan menyerap tenaga kerja.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong pengembangan kendaraan rendah emisi melalui pendekatan berbagai teknologi. Selain kendaraan listrik berbasis baterai, pemerintah mendukung kendaraan hibrida, penggunaan bahan bakar nabati, serta mesin pembakaran internal yang lebih efisien.
Kemenperin berharap GIIAS Makassar 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi antara produsen kendaraan, pelaku industri komponen, dan pemerintah daerah untuk memperluas pasar otomotif, khususnya di kawasan timur Indonesia.
"Kami berharap GIIAS Makassar 2026 ini tidak hanya menjadi tempat melihat produk dan teknologi terbaru, tapi juga menjadi ruang kolaborasi, investasi, dan peluang usaha baru untuk memperkuat industri otomotif Indonesia," kata Setia.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































