Menuju konten utama

Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Kaget Lutfi Kerap Serang Singapura

Dino Patti Djalal heran mantan Mendag M Lutfi mendadak rajin kritik Singapura. Padahal, dulu keduanya gencar dorong kerja sama bilateral.

Eks Wamenlu Dino Patti Djalal Kaget Lutfi Kerap Serang Singapura
Founder and Chairman FPCI Dino Patti Djalal menjadi moderator saat sesi panel pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (11/10/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, buka suara terkait sikap mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dinilainya berulang kali melontarkan serangan terhadap Singapura. Dino mengaku kaget dengan perubahan sikap Lutfi ini.

"Serangan-serangan yang obsesif dan tiada henti terhadap Singapura yang dilontarkan oleh mantan Menteri Perdagangan M. Lutfi sungguh bikin kaget," kata Dino melalui akun X (Twitter) dikutip Jumat (30/10/2026).

Dino mengaku heran sebab dulu pernah bekerja bersama Lutfi selama satu dekade di bawah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Katanya, saat itu Lutfi justru bekerja keras mendorong kerja sama Indonesia dan Singapura, khususnya di bidang perdagangan dan investasi.

Dino mengaku tidak memahami alasan perubahan sikap Lutfi yang dinilainya berpotensi merusak kontribusi yang telah dibangun dalam hubungan Indonesia-Singapura.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi dengannya, dan mengapa perubahan sikapnya begitu mendadak hingga merusak banyak kontribusinya terhadap hubungan Indonesia-Singapura," tulis Dino dalam unggahannya.

Ia pun berharap Lutfi dalam keadaan baik-baik saja.

Sebelumnya, Muhammad Lutfi melontarkan sejumlah kritik terhadap Singapura terkait sejumlah persoalan ekonomi dan lingkungan melalui unggahan Instagramnya.

Lutfi mempersoalkan langkah Singapura mengirim surat peringatan kepada perusahaan Indonesia yang diduga terkait kebakaran hutan. Dia juga menyoroti dugaan pengaruh investor Singapura terhadap gejolak pasar modal Indonesia.

Selain itu, Lutfi mengkritik praktik transfer pricing, round-tripping, dan fasilitas bebas pajak yang menurutnya membuat keuntungan dari sumber daya Indonesia justru mengalir ke Singapura.

Baca juga artikel terkait INDONESIA-SINGAPURA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Siti Fatimah