tirto.id - Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, buka suara terhadap fenomena antrean bahan bakar minyak (BBM) yang mengular di Bali beberapa hari terakhir.
Menurut dia, antrean BBM yang mengular tersebut terjadi lantaran ada persoalan proses distribusi. Kapal pengangkut BBM disebut mengalami keterlambatan pengiriman.
"Itu masalah proses distribusi saja. Jadi, kemarin memang ada keterlambatan kapal," ucapnya ditemui di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Laode mengatakan kapal pengangkut BBM tersebut telah berada di Bali sejak Selasa (13/10/2026). Kapal pengangkut BBM itu sempat tertahan ombak, sehingga proses penyenderan kapal tertahan.
Di satu sisi, ia mengklaim stok BBM kemudian disebut telah didistribusikan ke SPBU di sana. Persoalan antrean panjang BBM di Bali ditargetkan dapat berakhir esok hari atau lusa.
"Kapalnya sudah tiba, sejak di sana kemarin sudah dilakukan operasi pasar 24 jam. Semoga, mungkin hari ini atau besok sudah selesai permasalahannya," tuturnya.
"Ombak, kalau ombak lagi tinggi, itu kapal tuh walaupun sudah ada di lokasi, enggak bisa nyender. Nah, ini memperlambat proses pendistribusian. Tapi begitu sudah nyender, kayak di Bali kemarin, langsung dilaksanakan distribusi 24 jam. Jadi dikejar," lanjut dia.
Laode menambahkan, stok BBM nasional masih berada dalam posisi aman, yakni cukup untuk 18-20 hari. Meski dalam posisi aman, pendistribusian stok BBM disebut memang beberapa kali bermasalah saat diantarkan menggunakan kapal.
Alternatifnya, pemerintah menyalurkan stok BBM via darat. Saat diantarkan via darat, pendistribusian stok BBM disebut cenderung lebih lama karena angkutan mobil tidak sebanyak angkutan kapal.
"Masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Musim, ada kalau yang di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan enggak bisa cepat nyampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," urai Laode.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id







































