Menuju konten utama

Danantara akan Merger 23 Kawasan Industri ke dalam Holding Baru

Danantara akan menggabungkan 23 perusahaan pelat merah pengelola kawasan industri ke dalam satu holding.

Danantara akan Merger 23 Kawasan Industri ke dalam Holding Baru
COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjawab pertanyaan saat diskusi sesi pertama Menuju Pertumbuhan Ekonomi 6 persen pada Forum 2 tahun Pemerintahan Prabowo Gibran di Jakarta, Kamis (8/10/2026). Diskusi tersebut membahas tentang Optimalisasi fiskal dan inovasi Danantara menuju pertumbuhan ekonomi 6 persen yang menyoroti tentang pengelolaan anggaran negara yang harus terus disiplin serta terobosan kelembagaan melalui Danantara. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menyatukan 23 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola kawasan industri ke dalam satu holding.

PT Kawasan Industri Indonesia, yang akan menjadi induk usaha, diproyeksikan menjadi pengelola kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan total luas lahan mencapai 35 ribu hektare. Rencananya, aksi tersebut akan diumumkan pada November mendatang.

"Kedepannya dengan kita melakukan merger diharapkan nanti bulan tanggal 5 November akan diumumkan merger daripada 23 perusahaan industrial estate kita menjadi 1 perusahaan industrial estate," papar Kepala Badan Pengaturan BUMN dan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskario, di Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Kamis (8/10/2026).

Donny menjelaskan, langkah tersebut tak hanya dilakukan dalam rangka konsolidasi, melainkan juga merombak model bisnis kawasan industri yang dikelola perusahaan pelat merah. Sebab, sebelumnya model bisnis kawasan industri terpaku pada pendapatan dari sewa lahan.

Padahal, ada banyak potensi bisnis yang dapat digarap di kawasan tersebut, seperti penyewaaan fasilitas. Nantinya, pemerintah juga akan menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang bisnis tersebut seperti properti, sekolah, listrik, hingga fiber optic.

"Kedepannya tanah bukan lagi menjadi sumber pendapatan. Tanah itu akan kita berikan secara cuma-cuma, tetapi pendapatannya akan datang dari fasilitas yang kita sediakan, karena itu pemerintah sudah menyiapkan satu integrated kawasan industri," sebut Donny.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto. Dony menegaskan bahwa Indonesia harus dapat bertransformasi dari ekonomi yang bertumpu pada komoditas mentah menjadi ekonomi yang digerakkan oleh industri.

Donny menilai transisi model industri sangat krusial untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada 2027. Ini Sekaligus membuka keran lapangan kerja padat karya. Hal ini penting mengingat mayoritas struktur angkatan kerja Indonesia saat ini masih didominasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

"Majority mereka lulusan SMP ke bawah karena tadi kita bilang tadi bahwa sektor padat karya ini harus menjadi dorongan kita untuk membuka employment-employment mana yang mau kita sasar," tegas Donny.

Terakhir, Dony meminta masyarakat memahami program pemerintah sejauh ini sudah disusun dengan urutan waktu jelas yang pada intinya membuat Indonesia ke depan menjadi negara maju.

"Terutama sekali menyampaikan pemahaman bahwa seluruh program yang dibuat oleh pemerintah Itu memiliki timeline yang jelas, ada yang short term, medium term, dan long term. Jadi pada intinya tentu kita berharap ke depan Indonesia menjadi negara maju," pungkas Dony.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Mukhtar Abdullah

tirto.id - Flash News
Reporter: Mukhtar Abdullah
Penulis: Mukhtar Abdullah
Editor: Hendra Friana