Menuju konten utama

Desa di Italia Punya Banyak Wanita Usia 1 Abad, Apa Rahasianya?

Wanita di Desa Bolotana, Italia, banyak berusia di atas 100 tahun. Hal ini menunjukkan tingginya angka harapan hidup. Ada kebiasaan sehat yang dilakukan.

Desa di Italia Punya Banyak Wanita Usia 1 Abad, Apa Rahasianya?
Ilustrasi wanita tua. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Italia kini berpeluang memiliki “zona biru”, atau wilayah dengan konsentrasi tinggi warga berusia lebih dari 1 abad, yang baru. Wilayah itu adalah Desa Bolotana di Provinsi Sardinia, sebelah barat daratan utama Italia.

Menukil The Guardian, kawasan pedesaan di Bolotana memiliki konsentrasi tinggi warga berusia lebih dari 100 tahun atau yang biasa disebut “centenarian”. Hal itu belum lama ini terungkap dalam sebuah studi yang dilakukan para profesor di Universitas Sassari Sardinia dan Universitas Alabama di Birmingham, AS.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers itu menemukan fakta bahwa 13,8 persen perempuan di pedesaan Bolotana yang telah mencapai usia 70 tahun akan hidup hingga 100 tahun. Temuan ini kini mendongkrak angka harapan hidup di wilayah tersebut menjadi tertinggi kedua untuk kategori perempuan, setelah Hong Kong.

Penelitian dilakukan sejak 2024 lalu dan menemukan bahwa terdapat 12 penduduk yang telah hidup selama 100 tahun di Bolotana. Enam orang dari jumlah tersebut telah meninggal dunia, namun enam yang lain masih hidup hingga kini dengan usia tertua adalah 102 tahun.

Temuan statistik ini cukup mengejutkan bagi para ilmuwan. Hal itu dikarenakan warga berusia mencapai 100 tahun di Bolotana didominasi oleh para perempuan. Giovanni Mario Pes, ilmuwan utama studi dan salah satu pencetus konsep zona biru, karakteristik di Bolotana bersifat unik dibanding wilayah-wilayah lain.

Pes menjelaskan, kendati perempuan secara umum dinilai punya harapan hidup lebih tinggi dari laki-laki secara biologis, namun apa yang ditemukan di Bolotana adalah “hal yang luar biasa”. Hal ini dikarenakan “umur panjang perempuan di Bolotana tiga kali lebih tinggi daripada kebanyakan perempuan di negara-negara barat”.

Pes menyebut bahwa studi yang ia lakukan tak mencari tahu bagaimana kondisi itu terjadi. Namun setelah menghabiskan waktu bersama para nenek-nenek di Bolotana, Pes menduga bahwa hal itu mungkin berkaitan dengan bagaimana para perempuan Bolotana menjalani hidup mereka.

Pes mengatakan, hal yang paling mengejutkan dari pola hidup para perempuan di sana adalah “hubungan sosial yang sangat intens dan nyata” di antara mereka. Ia mencontohkan seorang nenek berusia 101 tahun yang tinggal bersama saudaranya dan tetap terlibat dalam aktivitas kehidupan sehari-hari di rumahnya.

“Sama sekali tidak ada tanda-tanda penurunan kognitif,” jelas Pes.

Pola hidup para perempuan juga disinggung Wali Kota Bolotana Francesco Manconi, ketika menjelaskan temuan ini. Menurutnya, ada beberapa teori yang mungkin berkaitan dengan alasan para perempuan di wilayahnya bisa hidup dengan umur panjang.

“Saya bukan ilmuwan, tetapi mungkin ini merupakan gabungan dari beberapa faktor,” katanya.

Dalam teorinya itu, Manconi menyebut perempuan di Bolotana punya kebiasaan memakan makanan yang bersih dan segar. Manconi juga menjelaskan kemungkinan keterkaitan usia yang panjang dengan alam Bolotana “yang belum tercemar”.

Selain itu, Manconi turut menekankan aktivitas fisik yang jadi pola keseharian para perempuan di wilayahnya. Para lansia di Bolotana disebutnya “selalu banyak berjalan kaki” dengan jarak tempuh “hingga 20 km sehari”.

“Dan saya kira sebagian besar [dari para lansia itu] adalah perempuan,” katanya.

Italia sendiri kini memang tengah mengalami peningkatan jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas. Jumlah para centenarian telah mencapai dua kali lipat dibanding tahun 2009 lalu.

Baca juga artikel terkait LANSIA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar