Menuju konten utama

Cara Kerja Wantimpres Baru: Rapat Tanggal 8 & Dibagi 6 Sektor

Ketua Wantimpres Pratikno ungkap tata kerja baru usai rapat pleno perdana. Anggota akan dibagi ke 6 sektor dan rutin rapat tiap tanggal 8.

Cara Kerja Wantimpres Baru: Rapat Tanggal 8 & Dibagi 6 Sektor
Sejumlah anggota Dewan Pertimbangan Presiden mengikuti pelantikan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/1/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/sgd/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) untuk pertama kalinya mengadakan rapat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (2/10/2026) lalu. Ketua Wantimpres, Pratikno, menjelaskan rapat perdana yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut hanya dihadiri oleh 23 anggota Wantimpres.

“Jadi, pada rapat pleno ini tadi alhamdulillah dihadiri oleh 23 anggota dari total 26, yang 3 anggota izin tidak bisa hadir,” ungkapnya, kepada awak media, di Gedung Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2026).

Dalam rapat tersebut, hal pertama yang dibahas adalah undang-undang yang kaitannya dengan Wantimpres, peraturan, regulasi, dan seterusnya. Selain itu, 23 anggota yang hadir juga membahas terkait tata kerja Wantimpres, termasuk kaitannya dengan bagaimana dukungan birokrasi terhadap efektivitas kerja Wantimpres.

“Sampai kita bicara hal-hal detail tentang teknis format saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Bagaimana kita kerja cepat, seandainya ada hal-hal yang perlu kami menyampaikan pertimbangan kepada Bapak Presiden atau barangkali Bapak Presiden juga meminta pertimbangan kepada Wantimpres, kita juga harus cepat,” jelas Pratikno.

Sejalan dengan tujuan tersebut, Wantimpres berencana membentuk gugus tugas (task force) yang kemudian akan dibagi ke dalam setidaknya enam sektor. Di dalam task force tersebut nantinya akan diisi oleh beberapa anggota Wantimpres.

“Jadi kami tadi luar biasa karena anggota Wantimpres ini para apa ya, tokoh-tokoh nasional yang sudah punya pengalaman panjang dengan variasi pengalaman masing-masing, background masing-masing. Ini adalah menjadi kekayaan yang luar biasa untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bapak Presiden. Oleh karena itu pleno ini bagaimana kita membuatnya menjadi lebih efektif,” terangnya.

Kepada para anggota, eks Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu sudah mulai menawarkan pembidangan-pembidangan yang sesuai dengan keprofesionalan mereka. Meski begitu, pembagian pembidangan ini masih belum final.

“Kami dari sisi pimpinan dalam hal ini adalah Ketua, Wakil Ketua, dan Sekretaris Wantimpres sudah menyiapkan bahan-bahan, nanti kita minta masukan dari masing-masing anggota. Masing-masing anggota memberikan masukan tentang pembidangan dan juga beliau-beliau akan masuk di bidang yang mana,” kata dia,

Meski begitu, para anggota sepakat pembidangan tidak bersifat kaku karena banyak isu dari lintas sektor yang harus dibahas Wantimpres.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Wantimpres, Bambang Soesatyo, mengungkapkan setidaknya bidang yang akan ditangani Wantimpres antara lain, bidang keamanan, pertahanan, politik, hukum, keuangan, perdagangan, hingga ketahanan energi.

“Tapi belum ada pembagian siapa memegang bidang apa, belum ada,” kata dia.

Sementara itu, rapat pleno nantinya akan diadakan pada tanggal 8 setiap bulannya. Seiring dengan Gedung Wantimpres yang tidak cukup memadai untuk seluruh anggota, rapat pleno bulanan akan diadakan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara.

“Mengapa kok tidak di Wantimpres karena di sana infrastrukturnya tidak memadai untuk menampung 26 anggota ya, karena sebelumnya kan 9 anggota sekarang 26. Oleh karena itu kita menggunakan ruang sidang kabinet yang ada di lantai 3 di gedung utama Kemensetneg ini,” ungkap Pratikno.

Baca juga artikel terkait DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah