Menuju konten utama

BYAN akan Rombak Direksi dan Komisaris Usai Dibeli Haji Isam

RUPSLB PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan dilangsungkan secara fisik pada Senin, 23 November 2026.

BYAN akan Rombak Direksi dan Komisaris Usai Dibeli Haji Isam
Wartawan merekam layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akan melakukan aksi korporasi pasca-akuisisi saham oleh pengusaha batu bara asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.

Emiten tambang batu bara raksasa ini resmi mengumumkan rencana perombakan pada jajaran pengurus intinya. Berdasarkan keterbukaan informasi resmi perseroan yang diteken oleh Direktur Utama, Low Tuck Kwong dan Direktur, Jenny Quantero tertanggal 30 Oktober 2026, PT Bayan Resources Tbk memanggil para pemegang saham untuk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Agenda utama dalam perhelatan korporasi tersebut terdiri dari dua hal. Pertama persetujuan susunan anggota direksi dan kedua persetujuan perubahan jajaran dewan komisaris.

"Persetujuan atas perubahan susunan anggota Direksi Perseroan. 2. Persetujuan atas perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan,” tulis manajemen dalam surat pemanggilan RUPSLB, dikutip Senin (2/11/2026).

Rencananya, RUPSLB ini akan dilangsungkan secara fisik pada Senin, 23 November 2026, bertempat di Jade Room lantai 2 Fairmont Hotel, Jakarta, mulai pukul 14.00 WIB.

Adapun daftar pemegang saham (DPS) yang berhak hadir dalam hajatan korporasi ini telah dikunci pada 29 Oktober 2026 pukul 16.15 WIB.

Agenda ini diketahui bergulir tidak lama setelah entitas bisnis milik Haji Isam, PT Jhonlin Baratama, resmi mencaplok dan menggenggam kepemilikan saham sebesar 30,25 persen di Bayan Resources, atau setara 10.084.088.370 lembar saham.

Haji Isam membeli saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low, pada 8 Oktober 2026 melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS) dengan harga Rp2.588 per saham. Dengan begitu nilai transaksinya mencapai Rp26,1 triliun.

Harga yang ditebus Isam ini jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat itu yang mencapai Rp12.500-Rp13.450 per saham.

Baca juga artikel terkait AKSI KORPORASI atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto