tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 7,38 juta orang atau dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,75 persen.
Meskipun secara agregat angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 7,46 juta orang dengan TPT 4,85 persen.
Jika dilihat dari jenis kelamin, tingkat pengangguran terbuka (TPT) ini meningkat untuk kelompok perempuan di level 4,93 persen. Sementara untuk kelompok laki-laki 4,64 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, mengatakan penurunan jumlah pengangguran terbuka secara total tidak sepenuhnya merata di setiap kelompok demografi.
"Jika dirinci menurut jenis kelamin, penurunan TPT pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 terjadi pada penduduk laki-laki, sedangkan tingkat pengangguran terbuka perempuan justru mengalami peningkatan," kata Edy dalam konferensi pers di BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Berdasarkan data BPS per Agustus 2026, total penduduk usia kerja di Indonesia tercatat sebanyak 220,91 juta orang, di mana 155,37 juta orang di antaranya masuk sebagai angkatan kerja.
Dari jumlah angkatan kerja tersebut, sebanyak 147,99 juta orang berstatus bekerja, sementara 7,38 juta orang lainnya masih belum terserap oleh pasar kerja atau tercatat sebagai penganggur.
Dari sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), tercatat angka nasional berada di level 70,33 persen. Perinciannya, menunjukkan TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibanding perempuan, yakni masing-masing di angka 84,16 persen berbanding 56,37 persen.
“Walaupun begitu, TPAK laki-laki serta TPAK perempuan tercatat turun jika dibandingkan dengan kondisi bulan Agustus 2025,” ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id



































