tirto.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Eddy Hartono, mengajak 1.600 pelajar SMA se-Jabodetabek menjadi agen perdamaian dan pelopor perubahan di lingkungan sekolah. Para pelajar diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, menjaga persatuan di tengah perbedaan, serta membangun ruang digital yang sehat dan bebas dari ujaran kebencian.
"Setelah mengikuti Kemah Kebangsaan ini saya harap teman-teman bisa menjadi agen-agen perubahan di sekolah masing-masing, ini ada 58 sekolah. Kemarin saya juga sudah deklarasi dengan komite sekolah. Komite sekolah ada tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua," ujar Eddy dalam kegiatan Kemah Kebangsaan BP2M bertema “Pilar Kebangsaan: Merawat Kebhinnekaan di Tengah Perbedaan” di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam merawat persatuan, termasuk melalui perilaku sehari-hari dan aktivitas di ruang digital.
Di tengah derasnya arus informasi, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi secara kritis agar tidak mudah terpengaruh provokasi, ujaran kebencian, maupun konten yang mendorong kekerasan.
Untuk itu, Eddy mengajak para pelajar menerapkan prinsip 3T: Tahan, Telusuri, dan Timbang sebelum mempercayai atau membagikan informasi.
"Jangan sampai terpapar oleh info-info kekerasan, ujaran kebencian," tegasnya.
Eddy juga mengingatkan pentingnya perhatian bersama terhadap ruang digital yang diakses anak dan remaja. Berdasarkan data yang dihimpun BNPT, terdapat 782 anak di 18 provinsi yang terpapar konten kekerasan melalui berbagai grup digital, termasuk True Crime Community (TCC), yang membahas berbagai kasus kriminal dan insiden kekerasan.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa pendampingan terhadap anak di ruang digital perlu diperkuat melalui kolaborasi orang tua, tenaga pendidik, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Upaya perlindungan tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dengan membekali generasi muda kemampuan berpikir kritis, empati, dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Melalui Kemah Kebangsaan BP2M 2026, BNPT mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada pemahaman nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga menerapkannya dalam tindakan nyata. Menghargai perbedaan, menolak diskriminasi, menghentikan perundungan, serta bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai setiap pelajar untuk menciptakan lingkungan yang damai.
Masuk tirto.id

































