Menuju konten utama

Bahlil Mau Percepat Tender PLTS 25-30 GW, Modul Surya Bisa Impor

Bahlil membuka peluang penyederhanaan tender PLTS 25-30 GW untuk mempercepat pembangunan, dengan investasi 100 GW mencapai 70-73 miliar dolar AS.

Bahlil Mau Percepat Tender PLTS 25-30 GW, Modul Surya Bisa Impor
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana mempercepat proses tender pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 25-30 gigawatt (GW). Penyederhanaan proses tersebut, menurutnya, juga perlu dilakukan agar perusahaan yang telah memiliki pengalaman, kemampuan serta teknologi PLTS skala besar dapat segera berinvestasi.

"Kalau memang birokrasi tender ini kita bisa lakukan penyederhanaan, ya kita akan lakukan penyederhanaan, tetapi kepada perusahaan-perusahaan yang memang mempunyai kemampuan untuk bersaing dan mempunyai teknologi, kita akan dorong," ujarnya dalam kegiatan Electricity Connect 2026 di Tangerang Selatan, Banten, Selasa (22/8/2026).

Bahlil menyebutkan, pembangunan PLTS menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menambah kapasitas pembangkit listrik dengan target hingga 100 GW. Kebutuhan investasi untuk pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW itu disebut mencapai sekitar 70-73 miliar dolar AS.

"Kalau memang ekonomis, kita tunjuk dia [perusahaan] saja. Untuk 100 gigawatt, itu investasinya kurang lebih 70-73 miliar dolar," ujar Bahlil.

Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap akan memprioritaskan produksi industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan modul surya proyek tersebut. Namun, ia mengakui bahwa pasokan dalam negeri masih menghadapi terbatas.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, terdapat 33 pabrikan modul surya di Indonesia dengan kapasitas produksi sekitar 4,3 GW per tahun.

Karena itu, Bahlil membuka opsi pemenuhan kebutuhan dari luar negeri apabila produksi dalam negeri tidak mampu mencukupi kebutuhan. Namun, ia menyatakan pemerintah akan tetap memprioritaskan produksi dalam negeri.

"Kita akan prioritaskan kepada produksi dalam negeri, tetapi kalau produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi, ya kita akan lakukan impor secara selektif," tutur dia.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana