Menuju konten utama

Bahlil Bocorkan Lokasi Tambang Rp5.400 Triliun, Ada di NTB-Papua

Menko Bahlil mengungkapkan lima IUP bernilai Rp5.400 triliun simpan cadangan emas dan tembaga di NTB hingga Papua. Seluruhnya kini dievaluasi.

Bahlil Bocorkan Lokasi Tambang Rp5.400 Triliun, Ada di NTB-Papua
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026). Rakor tersebut untuk mengoordinasikan kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) antara Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, membeberkan sebaran wilayah lima area konsesi pertambangan raksasa yang sempat disinggung Presiden Prabowo Subianto. Bahlil mengungkapkan harta karun mineral berupa emas dan tembaga dengan cadangan terbukti senilai Rp5.400 triliun tersebut tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Papua.

“Itu ada di NTB, kemudian ada juga di Papua dan beberapa daerah lagi,” ucap Bahlil ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026) dikutip dari ANTARA.

Bahlil yang juga merupakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan Prabowo memerintahkan kepada dirinya untuk mengevaluasi lima konsesi tersebut.

Adapun komoditas dari kelima konsesi tersebut meliputi tembaga dan emas.

“[Komoditasnya] tembaga sama emas,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkap penerimaan laporan mengenai lima area konsesi di Indonesia dengan nilai cadangan mineral (proven reserves) yang diperkirakan mencapai Rp5.400 triliun.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di Jakarta, Kamis, Presiden mengingatkan jajarannya di kementerian dan lembaga untuk tidak terlalu mudah memberikan izin konsesi/izin usaha pertambangan (IUP) kepada perusahaan-perusahaan.

"Sebagai contoh, baru saja saya menerima laporan bahwa ada lima [area] konsesi, lima IUP, dari sekian ratus IUP, lima IUP memiliki cadangan proven, yang didasarkan atas studi cadangan JORC namanya, nilainya itu Rp5.400 triliun, 300 miliar dolar [AS], [dari] lima konsesi," kata Presiden Prabowo.

Dari temuan di lima area konsesi itu, Prabowo yakin Indonesia adalah negara yang sangat kaya. Oleh karena itu, kekayaan negara harus segera dikuasai agar tidak jatuh kepada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

"Kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Jadi kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu, dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya, banyak konsesi kita berikan, puluhan tahun tidak dikerjakan," kata Presiden Prabowo.

Baca juga artikel terkait IUP TAMBANG

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah